Hatta meyakini Oktober akan terjadi deflasi

Kamis, 05 September 2013 - 10:54 WIB
Hatta meyakini Oktober...
Hatta meyakini Oktober akan terjadi deflasi
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan laju inflasi yang pada Agustus lalu mencapai 1,12 persen akan segera menurun. Bahkan pada Oktober 2013 diyakininya bisa terjadi deflasi.

Menurut Hatta, inflasi Agustus yang mencapai 1,12 persen di luar perkiraan Bank Indonesia dan pemerintah. Oleh karenanya, pemerintah akan terus berupaya untuk mengendalikan inflasi pada bulan-bulan berikutnya dengan cara menjaga volatile food dan administer price.

“Diharapkan pada September dan Oktober jauh menurun bahkan kita berharap Oktober bisa deflasi,” ujar Hatta dalam siaran persnya, Kamis (5/8/2013).

Diketahui, baik pemerintah maupun Bank Indonesia memperkirakan inflasi Agustus mencapai 1,27 persen. Hal ini dipengaruhi oleh berakhirnya factor musiman terkait Lebaran dan Tahun Ajaran Baru Sekolah, serta melambatnya pertubuhan ekonomi domestik. Namun dalam pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (2/9), inflasi Agustus tercatat 1,12 persen.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hatta Rajasa mengklaim beberapa komoditas bahan pokok mengalami penurunan harga. Dia merinci beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dari minggu keempat bulan Agustus hingga minggu pertama bulan September.

"Komoditas yang mengalami penurunan harga dari akhir Agustus hingga awal September adalah bawang merah sebesar 19,89 persen, cabai merah sebesar 5,4 persen, dan daging sapi sebesar 0,16 persen," jelas Hatta, kemarin.

Tetapi, lanjutnya, ada juga beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga walaupun tidak secera signifikan seperti ikan bandeng, ayam ras, dan beras.

"Ikan bandeng naik sedikit 0,35 persen, begitupun ayam ras walaupun naik sedikit. Sedangkan beras kenaikannya 0,08 persen lebih dikarenakan cuaca di beberapa daerah dan bukan karena pasokan yang kurang," ungkapnya.

Cadangan beras untuk konsumsi masyarakat sendiri menurut Hatta masih ada sekitar 2,7 juta ton dan sampai akhir tahun akan diperkirakan cukup.

"Diperkirakan akhir tahun akan tersisa sekitar 2 juta ton dengan catatan kita menyerap gabah dan beras 300 ribu ton sampai akhir tahun," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
3 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved