SBY siap pulihkan ekonomi setelah dari agenda G-20

Sabtu, 07 September 2013 - 17:18 WIB
SBY siap pulihkan ekonomi...
SBY siap pulihkan ekonomi setelah dari agenda G-20
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja all out dan tidak panik dalam menghadapi tekanan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini.

Seperti dikutip dari situs resmi Setkab, Sabtu (7/9/2013), saat jumpa pers di Hotel Grand Emerald, St. Petersburg, Rusia, hari ini pukul 10.00 waktu setempat, SBY mengatakan, terkait krisis ekonomi sejumlah negara maju mulai melakukan recovery, seperti Amerika Serikat (AS).

"Namun, di tengah kemajuan negara maju, negara emerging country, seperti BRICS, ekonominya mengalami tekanan. Dengan demikian, tekanan ekonomi bukan hanya dihadapi Indonesia," kata SBY.

Menurutnya, dalam pertemuan G-20 di St. Petersburg, Rusian, hal yang menjadi concern lain adalah growth, investasi, job, stabilitas nilai tukar, dan aspek-aspek lain yang ingin dijaga ekonomi bersama oleh G-20.

SBY menjelaskan, BRICS, emerging market sekarang ini mengalami tekanan ekonomi baru. Rusia misalnya, diperkirakan tumbuh 3,3 persen. Namun, ada juga yang mengatakan kurang dari itu. India diramalkan akan tumbuh 5,6-5,7 persen. Afrika Selatan juga diperkirakan tumbuh 2 persen, dan Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,8 persen.

Jika perkiraan pertumbuhan Indonesia tercapai, lanjut SBY, maka tumbuh di bawah Tiongkok. Selain itu, hal yang penting adalah nilai tukar rupiah yang saat ini tertekan -7,79 persen. Sedangkan, Rusia terdepresiasi -12 persen, Brasil mencapai -15,51 persen, dan Turki sebesar -8,81 persen.

"Artinya, Kita harus serius mengantisipasi hal ini. Presiden Obama sampaikan bahwa perbaikan ekonomi AS dilakukan karena The Fed melakukan quantitative easing," kata Presiden.

Setelah datang dari G-20, SBY dan jajarannya akan menangani pemulihan ekonomi secara intensif agar pertumbuhan tetap terjaga.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
6 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
18 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
42 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
51 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved