Rupiah diproyeksi masih melemah
Senin, 09 September 2013 - 08:39 WIB
Rupiah diproyeksi masih melemah
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah tampaknya masih betah pada pelemahannya seiring semakin derasnya sentimen negatif yang meredar jelang putusan The Fed soal pengurangan stimulus ekonomi di Amerika Serikat (AS).
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memproyeksikan, rupiah akan melaju negatif pada kisaran Rp11.185-Rp11.225 per USD (kurs tengah Bank Indonesia).
"Kali ini laju rupiah melewati target support kami di Rp11.190 dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap makin dekatnya pertemuan FOMC yang akan membahas pengurangan stimulus seiring dengan membaiknya data-data ekonomi AS," kata Reza.
Padahal belum tentu pasti The Fed akan benar-benar memutuskan pengurangan stimulus pada pertemuan FOMC dua pekan mendatang.
"Di sisi lain, dari internal terdapat sentimen positif berupa kenaikan tipis cadangan devisa sebesar USD326 juta menjadi USD92,997 miliar, namun sepertinya belum cukup kuat mengangkat rupiah," tutup dia.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD pada penutupan Jumat (6/9/2013) berdasarkan data Bloomberg berhasil balik arah dan terapresiasi signifikan ke level Rp11.176/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) menuju level Rp11.200/USD.Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik bertahan di posisi yang sama dengan hari sebelumnya, yakni di Rp11.105/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memproyeksikan, rupiah akan melaju negatif pada kisaran Rp11.185-Rp11.225 per USD (kurs tengah Bank Indonesia).
"Kali ini laju rupiah melewati target support kami di Rp11.190 dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap makin dekatnya pertemuan FOMC yang akan membahas pengurangan stimulus seiring dengan membaiknya data-data ekonomi AS," kata Reza.
Padahal belum tentu pasti The Fed akan benar-benar memutuskan pengurangan stimulus pada pertemuan FOMC dua pekan mendatang.
"Di sisi lain, dari internal terdapat sentimen positif berupa kenaikan tipis cadangan devisa sebesar USD326 juta menjadi USD92,997 miliar, namun sepertinya belum cukup kuat mengangkat rupiah," tutup dia.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD pada penutupan Jumat (6/9/2013) berdasarkan data Bloomberg berhasil balik arah dan terapresiasi signifikan ke level Rp11.176/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) menuju level Rp11.200/USD.Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik bertahan di posisi yang sama dengan hari sebelumnya, yakni di Rp11.105/USD.
(rna)