INDEF: Kenaikan BI Rate tak efektif

Kamis, 12 September 2013 - 19:45 WIB
INDEF: Kenaikan BI Rate...
INDEF: Kenaikan BI Rate tak efektif
A A A
Sindonew.com - Direktur INDEF Enny Sri Hartini menyebut keputusan Bank Indonesia (BI) menaikan tingkat suku bunga (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen tidak berpihak pada sektor riil.

Padahal, gejolak perekonomian kali ini terjadi bukan karena faktor moneter, namun lebih diakibatkan defisit transaksi berjalan yang mayoritas berada pada sektor riil.

"BI ini terlalu berpikir moneter, padahal inflasi tahun ini diperkirakan 9 persen. Kalau sektor riil semakin tertekan maka semakin lama juga pemulihan kita dari inflasi," ujar Enny ketika dihubungi Sindonews, Kamis (12/9/2013).

Enny menegaskan, ini adalah bukti bahwa BI Rate bukanlah instrumen yang efektif untuk menahan pelemahan rupiah dan inflasi. "Padahal kalau BI lepas (pengetatan) moneternya maka pemulihan kita akan berjalan lebih cepat," sambung Enny.

Enny sebenarnya berharap BI tidak terburu-buru menaikkan tingkat suku bunganya. Sedangkan dalam situasi gejolak seperti ini yang dibutuhkan adalah pelonggaran moneter.

"Selain itu pemerintah juga harus memberikan insentif-insentif fiskal dengan pelonggaran yang harusnya dilakukan BI," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
24 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
58 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved