Terimbas bursa global, IHSG berpotensi terkoreksi

Jum'at, 13 September 2013 - 08:37 WIB
Terimbas bursa global,...
Terimbas bursa global, IHSG berpotensi terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada meperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini akan berada pada support 4.300-4.338 dan resistance 4.386-4.397.

"Meski kemarin sempat melemah, ternyata masih dapat bertahan di atas target support 4.315 dan sempat melampaui target resisten 4.368. Tetapi tampaknya masih ada tekanan, sehingga IHSG tidak mampu bertahan di atas target resisten tersebut. Pelemahan masih dimungkinkan jika IHSG terimbas penurunan bursa saham global nantinya," kata Reza, Jumat (13/9/2013).

Secara historikal melihat perdagangan sebelumnya, kekhawatiran akan terjadinya pembalikan arah laju IHSG menjadi pelemahan tampaknya tidak terjadi.

IHSG justru bergerak kontra dengan perkiraan sebelumnya, sehingga dapat kembali ke zona hijau. Imbas penguatan bursa saham AS dan regional serta masih adanya nett buy asing membantu IHSG berbalik arah menguat.

Bahkan adanya keputusan BI dalam Rapat Dewan Gubernur yang memutuskan menaikkan BI rate 25 basis poin menjadi 7,25 persen terlihat seolah-olah berimbas positif.

"IHSG rebound dan saham-saham perbankan pun turut membantu IHSG bertahan di zona hijaunya," paparnya.

Di sisi lain, IHSG juga mendapat sentimen positif dari rencana pemerintah yang akan menghapus PPNBm. Pembukaan pasar saham Eropa yang negatif tidak berpengaruh pada IHSG.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.372,10 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 4.318,60 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.356,61. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Laju bursa saham Asia variatif. Pada bursa saham China, bergerak menguat yang picu rencana PM China Li Keqiang, yang akan melakukan percepatan reformasi keuangan menuju free-trade zone berupa kenaikan suku bunga, reformasi nilai tukar, dan internasionalisasi yuan sembari mempromosikan proses konversi ke dalam akun modal agar yuan dapat digunakan secara luas.

Di sisi lain, Nikkei melemah setelah rilis machinery orders yang di bawah estimasi sehingga meningkatkan nilai yen. Selain itu, pelemahan juga dipicu aksi wait and see pelaku pasar jelang rapat FOMC The Fed pekan depan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
IHSG Bertahan Menghijau,...
IHSG Bertahan Menghijau, Melesat 48 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
16 menit yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
44 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
1 jam yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
1 jam yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
11 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved