Ini alasan Agus Marto kembali naikkan BI Rate
Jum'at, 13 September 2013 - 10:48 WIB
Ini alasan Agus Marto kembali naikkan BI Rate
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengungkapkan alasannya menaikkan tingkat suku bunga acuan BI (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen.
Agus menyebut ekspektasi inflasi tahunan dengan prediksi tertinggi sebesar 9,8 persen adalah alasan utamanya menaikkan BI Rate.
"Yang paling utama adalah untuk pengendalian inflasi karena masih ada kondisi di mana inflasi bisa mencapai 9-9,8 persen," ujar Agus di Pasar Blok-G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (13/9/2013).
Selain itu, dia juga beralasan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin ini bertujuan untuk menekan defisit dan menyehatkan transaksi berjalan dalam jangka panjang. Sehingga nilai tukar rupiah akan stabil ke depannya.
"Ini juga untuk meyakinkan nilai tukar lebih stabil dan juga membuat kesehatan neraca transaksi berjalan yang kemarin defisit agar menjadi lebih baik," lanjuta Agus.
Karena alasan itulah, pihaknya kembali menaikkan BI Rate, setelah pada bulan lalu juga mengalami kenaikan. "Itu dia mengapa kami pilih untuk menaikkan BI Rate," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar kemarin, kembali memutuskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen.
"Bahwa hari ini (kemarin), RDG bulanan menaikkan BI Rate 25 basis point menjadi 7,25 persen. Lending facility sebesar 25 basis poin, dan deposit facility sebesar 25 basis point," terang Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansya di Gedung BI, Jakarta, kemarin.
Agus menyebut ekspektasi inflasi tahunan dengan prediksi tertinggi sebesar 9,8 persen adalah alasan utamanya menaikkan BI Rate.
"Yang paling utama adalah untuk pengendalian inflasi karena masih ada kondisi di mana inflasi bisa mencapai 9-9,8 persen," ujar Agus di Pasar Blok-G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (13/9/2013).
Selain itu, dia juga beralasan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin ini bertujuan untuk menekan defisit dan menyehatkan transaksi berjalan dalam jangka panjang. Sehingga nilai tukar rupiah akan stabil ke depannya.
"Ini juga untuk meyakinkan nilai tukar lebih stabil dan juga membuat kesehatan neraca transaksi berjalan yang kemarin defisit agar menjadi lebih baik," lanjuta Agus.
Karena alasan itulah, pihaknya kembali menaikkan BI Rate, setelah pada bulan lalu juga mengalami kenaikan. "Itu dia mengapa kami pilih untuk menaikkan BI Rate," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar kemarin, kembali memutuskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen.
"Bahwa hari ini (kemarin), RDG bulanan menaikkan BI Rate 25 basis point menjadi 7,25 persen. Lending facility sebesar 25 basis poin, dan deposit facility sebesar 25 basis point," terang Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansya di Gedung BI, Jakarta, kemarin.
(izz)