SBY: Jangan naikkan harga kedelai secara tak wajar

Rabu, 18 September 2013 - 10:31 WIB
SBY: Jangan naikkan...
SBY: Jangan naikkan harga kedelai secara tak wajar
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun twitter-nya @SBYudhoyono, kembali mengicaukan pendapatnya mengenai gejolak harga kedelai di tanah air.

“Saya telah memantau masyarakat yang masih bicara soal kedelai, baik kurangnya pasokan ke perajin, maupun tingginya harga,” terang Presiden SBY dalam akun twitter-nya, Rabu (18/9/2013).

SBY menjelaskan, dari 2,5-3 juta ton kebutuhan kedelai di dalam negeri, Indonesia hanya menghasilkan 800 ribu ton. Berarti kekurangan sekitar 65 persen.

“Produksi dalam negeri kurang karena petani enggan menanam jika harganya kurang dari Rp7.000/kg. Sebab, kalau di bawah harga itu, petani kedelai akan rugi,” ungkap SBY.

Ia menyebutkan, ketika harga kedelai mencapai Rp7.000/kg, petani kita mulai menanam lagi. "Tapi ini perlu waktu. Jadi tidak bisa serta merta kurangi impor," ujarnya.

Menurut SBY, negara produsen utama kedelai adalah Amerika Serikat dan Brazil. Namun, ketika ada gangguan iklim dan persoalan global lainnya, harga kedelai dunia juga akan naik.

SBY menegaskan, kebijakan dan tindakan pemerintah adalah meningkatkan produksi dalam negeri. Adapun kekurangannya, untuk sementara dibeli dari negara lain.

Harga yang dituju pemerintah, lanjut SBY, adalah harga yang membikin petani kedelai untung, tapi juga bisa dijangkau oleh para perajin tahu dan tempe. “Jangan ada yang dirugikan,” tegas SBY.

Untuk itu, SBY berharap para importir dan pedagang kedelai tidak melakukan hal-hal yang membuat harga kedelai naik secara tidak wajar. “Ingat rakyat kita,” pesan SBY.

SBY juga mengaku telah memerintahkan kepada para Menteri untuk terus menjelaskan kepada rakyat, kenapa harga kedelai tinggi, dan apa yang pemerintah lakukan untuk mengatasinya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
14 menit yang lalu
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
36 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
55 menit yang lalu
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
1 jam yang lalu
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasok BBM ke SPBU, Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Subsidi
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved