Harga ayam di Depok tembus Rp38 ribu/kg
Sabtu, 21 September 2013 - 15:45 WIB
Harga ayam di Depok tembus Rp38 ribu/kg
A
A
A
Sindonews.com - Harga daging ayam potong di Depok tembus harga Rp38 ribu/kilogram (kg) dari sebelumnya hanya Rp20 ribu/kg. Naiknya harga daging itu terjadi mendadak.
"Ini kenaikan yang mengherankan karena tidak ada apa-apa. Saya sendiri sekarang jadi merugi karena kenaikan harga dadakan ini," kata pedagang ayam potong di Pasar Agung, Taskyan (42), Sabtu (21/09/2013).
Taskyan menduga, pemicu kenaikkan harga daging ayam karena ketidakberesan di peternakan ayam. Kenaikan harga terjadi hampir di tujuh pasar tradisional Kota Depok.
"Sekarang saya harus menyetor uang hingga Rp5,5 juta/hari, padahal dulu paling maksimal menyetor Rp4,5 juta. Naik Rp1 juta, yang harus disetor," ujarnya.
Sementara itu, pedagang ayam potong di Pasar Cisalak, Dito meminta pemerintah mengambil tindakan atas kondisi tersebut. Pasalnya, sebelumnya kenaikan tersebut, dia dalam sehari mampu menjual 150 ekor ayam potong. Namun, pasca kenaikan harga ayam hanya bisa menjual maksimal 50 ekor/hari.
"Rugi saya, apalagi kalau sudah menjelang sore terpaksa jual murah biar dagangan habis," tuturnya.
Pembeli ayam, Nining menuturkan, naiknya harga daging ayam menyebabkan dia lebih memilih mengonsumsi tahu dan tempe dari pada daging ayam.
"Daripada tidak ada lauk, mending tahu dan tempe atau ikan," katanya.
"Ini kenaikan yang mengherankan karena tidak ada apa-apa. Saya sendiri sekarang jadi merugi karena kenaikan harga dadakan ini," kata pedagang ayam potong di Pasar Agung, Taskyan (42), Sabtu (21/09/2013).
Taskyan menduga, pemicu kenaikkan harga daging ayam karena ketidakberesan di peternakan ayam. Kenaikan harga terjadi hampir di tujuh pasar tradisional Kota Depok.
"Sekarang saya harus menyetor uang hingga Rp5,5 juta/hari, padahal dulu paling maksimal menyetor Rp4,5 juta. Naik Rp1 juta, yang harus disetor," ujarnya.
Sementara itu, pedagang ayam potong di Pasar Cisalak, Dito meminta pemerintah mengambil tindakan atas kondisi tersebut. Pasalnya, sebelumnya kenaikan tersebut, dia dalam sehari mampu menjual 150 ekor ayam potong. Namun, pasca kenaikan harga ayam hanya bisa menjual maksimal 50 ekor/hari.
"Rugi saya, apalagi kalau sudah menjelang sore terpaksa jual murah biar dagangan habis," tuturnya.
Pembeli ayam, Nining menuturkan, naiknya harga daging ayam menyebabkan dia lebih memilih mengonsumsi tahu dan tempe dari pada daging ayam.
"Daripada tidak ada lauk, mending tahu dan tempe atau ikan," katanya.
(rna)
Lihat Juga :