Cepat atau lambat tapering off The Fed segera mulai

Senin, 23 September 2013 - 11:14 WIB
Cepat atau lambat tapering...
Cepat atau lambat tapering off The Fed segera mulai
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mahendra Siregar meminta seluruh pihak untuk tetap waspada dan bersiap diri walaupun tapering off yang akan dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) ditunda.

Dia mengatakan, gejolak perekonomian yang terjadi akibat pernyataan Gubernur The Fed Ben Bernanke merupakan sinyal bahwa kondisi fundamental ekonomi di beberapa negara berkembang belum menunjukkan kesiapan.

"Ini adalah wake up call bagi kita, untuk menyelesaikan permasalahan fundamental kita dalam waktu cepat karena cepat atau lambat tapering off akan segera dimulai," ujar Mahendra di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Dia mengakui bahwa pembahasan ini adalah salah satu topik yang hangat dibahas antara para Menteri Keuangan negara-negara Asia Pasifik dalam KTT APEC Tingkat Menteri Keuangan, kemarin.

"Mereka melihat statement Bernanke membingungkan karena baru bersifat announcement saja sudah menimbulkan gejolak," katanya.

Bahkan Mahendra mengungkapkan, beberapa negara Asia Pasifik mengalami perbedaan pemikiran terkait akan dihentikannya Quantitative Easing (QE) tersebut.

"Ada yang bilang memang harus dihentikan, namun ada pula yang bilang QE ini seperti obat yang harus dipergunakan terus," sambungnya.

Tetapi Mahendra menegaskan Indonesia mempunyai permasalahan yang sama dengan negara-negara berkembang tersebut, dan harus segera mengimplementasikan paket kebijakan yang sudah dirumuskan agar ketidakseimbangan neraca pembayaran dapat segera dituntaskan.

"Saya pikir Indonesia punya tantangan yang sama dari situasi pasca statement Bernanke tersebut," pungkas Mahendra.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
17 menit yang lalu
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
4 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
4 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
5 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
5 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved