Inggris perpanjang pelayanan visa prioritas untuk bisnis

Senin, 23 September 2013 - 20:52 WIB
Inggris perpanjang pelayanan...
Inggris perpanjang pelayanan visa prioritas untuk bisnis
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Inggris mengumumkan pelayanan visa prioritas akan diperluas bagi semua aplikasi untuk tujuan bisnis, bekerja, dan belajar.

Informasi ini disampaikan di sela-sela acara GREAT Britain week, di mal Senayan City, Senin (23/9/2013), sebuah pameran yang ditujukan untuk mempromosikan Inggris sebagai tujuan pariwisata, bisnis dan pendidikan.

"Kami bertekad mempermudah Anda datang ke negara kami dan dengan bangga saya mengumumkan bahwa mulai Oktober kami akan memperpanjang pelayanan visa premium yang lebih cepat di Indonesia. Ini adalah kesempatan terbaik bagi rakyat Indonesia untuk datang ke Inggris," kata Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague berbicara melalui video-link.

Juru bicara UK Visas and Immigration menambahkan, Inggris juga terbuka untuk bisnis. "Kami siap menyambut siapa saja yang ingin mengunjungi Inggris. Dukungan ini termasuk pelayanan visa kami dan hari ini Menteri Luar Negeri mengumumkan bahwa kami akan memperpanjang pelayanan visa prioritas di Indonesia baik untuk tujuan berbisnis, investasi, dan bekerja. Hal ini juga berlaku bagi para pelajar yang mengajukan aplikasi Tier 4," terangnya.

Pelayanan visa prioritas merupakan pelayanan percepatan proses yang bertujuan untuk mengeluarkan visa dalam waktu 3-5 hari kerja dibandingkan dengan pelayanan standar 15 hari kerja. Pelayanan ini termasuk kategori-kategori baru yang akan berlaku mulai Oktober 2013.

Permintaan visa Inggris terus meningkat. Dalam 12 bulan terakhir hingga Juni 2013, UK Visa and Immigration telah memproses lebih dari 38.000 aplikasi visa dari warga negara Indonesia termasuk 12 persen peningkatan aplikasi visa turis dan 9 persen peningkatan aplikasi visa bisnis. Persentase keberhasilan aplikasi visa dari Indonesia adalah 96 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
14 menit yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
33 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved