IHSG diprediksi belum akan keluar dari zona merah

Selasa, 24 September 2013 - 08:11 WIB
IHSG diprediksi belum...
IHSG diprediksi belum akan keluar dari zona merah
A A A
Sindonews.com - Setelah gontai gara-gara tertekan sentimen dari drama tarik ulur debt ceiling debate, nyatanya justru faktor dari dalam negeri yang akan menjadi senjata pembunuh paling ampuh terhadap usaha Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk bangkit ke zona hijaunya.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, faktor dari dalam tersebut adalah program pemerintah yang meluncurkan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC).

"Aksi "cuci piring" yang saya sudah perkirakan sejak Sabtu pekan lalu, nampaknya akan berlanjut dalam perdagangan Selasa karena investor kembali berfikir rasional dan fokus atas defisit yang terjadi didalam negeri dan akan diperparah dengan diterapkannya program mobil murah," kata Edwin, Selasa (24/9/2013).

Edwin menerangkan, subsidi BBM bersubsidi berpotensi membengkak seiiring besarnya potensi penjualan mobil murah, padahal tahun 2014 pemerintah sulit menaikan harga BBM bersubsidi.

Dia menjelaskan, secara teknikal IHSG justru menunjukkan tren yang cukup baik ditandai dengan mulai berkurangnya tekanan jual.

"Rentang IHSG pada 4.495-4.597. Pola hammer terbentuk atas IHSG, mengindikasikan melambatnya tekanan jual," kata dia.

Seolah belum cukup dengan sentimen negatif yang ada, Edwin mengatakan, faktor dari dalam lainnya juga akan turut mempengaruhi pergerakan IHSG antara lain adalah Inflasi yang tak kunjung reda.

"Inflasi yang sulit turun akibat rupiah yang tetap melemah di atas 11.400 terhadap USD dan akan semakin terasa dampak kenaikan BI rate atas perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tandas dia.

Dari luar negeri, drama debt ceiling debate yang akan berakhir 1 Oktober 2013 menjadi faktor Dow melanjutkan kejatuhannya dalam perdagangan Senin dengan kembali turun di hari ketiga sebesar 49,71 poin (0,32 persen) ditututp di level 15.401,38 disertai kenaikan tajam the Vix sebesar 9,07 persen ditutup di level 14,31.

Namun demikian, kenaikan the Vix diiringi turunnya volume transaksi perdagangan di NYSE berjumlah 5,8 miliar saham (di bawah rata-rata perdagangan tahun 2013 berjumlah 6,25 miliar saham).

"Kondisi tersebut terjadi ditengah perkembangan positif data HSBC's flash manufacturing PMI of small and medium-sized firms bulan September di China yang tumbuh enam bulan tertinggi di level 51,2 (di atas data Agustus dilevel 50,1) didorong menguatnya permintaan domestik dan luar negeri," tutupnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
Jelang Rilis Suku Bunga...
Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, IHSG Belum Akan Berubah Banyak
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
5 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
5 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
5 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
6 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
6 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved