Dibayangi sentimen negatif, IHSG berpotensi jatuh lagi

Rabu, 25 September 2013 - 08:12 WIB
Dibayangi sentimen negatif,...
Dibayangi sentimen negatif, IHSG berpotensi jatuh lagi
A A A
Sindonews.com - Kejatuhaan Dow Jones serta potensi inflasi september yang kian parah akibat diluncurkannnya program mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) akan mewarnai laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.

"Berhubung 'sabun' yang tersedia untuk 'aksi cuci piring' masih cukup banyak, maka saya perkirakan IHSG kembali berpeluang melanjutkan kejatuhan dalam perdagangan Rabu," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Rabu (25/9/2013).

Secara teknikal, IHSG menunjukkan pola bearish yang artinya membentuk pola dengan tren pelemahan. Dia memprediksi, IHSG akan bergerak dalam rentang 4.411-4.542. Pola black candle terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish reversal atau pelemahan lanjutan.

Proyeksi ini, kata Edwin merujuk kejatuhan Dow Jones sebesar 0,43 persen dan EIDO:US 3,66 persen di tengah adanya ketidaksamaan pendapat antara Bank Indonesia yang mengatakan bulan September akan terjadi deflasi, sementara BPS mengatakan inflasi masih berpotensi terjadi diperparah diterapkannya program mobil murah.

Asumsi tersebut, lanjut dia, lantaran mobil murah dipandang akan menambah anggaran BBM bersubsidi seiring besarnya potensi penjualan mobil murah. "Padahal, pada tahun 2014, pemerintah sulit menaikan harga BBM bersubsidi dan rupiah melemah menyentuh Rp11.525, suatu level terendah sejak April 2009," pungkas dia.

Dari luar negeri, persoalan ketidakpastian mengenai program stimulus The Fed dan pembahasan anggaran pemerintah AS mengenai debt ceiling yang akan berakhir 1 Oktober 2013 menjadi faktor Dow Jones kembali melanjutkan kejatuhannya dalam perdagangan Selasa dengan kembali turun dihari keempat sebesar 66,79 poin (0,43 persen) ditutup di level 15.334,59 disertai kejatuhan The Vix sebesar 1,61 persen ditutup di level 14,08.

Dengan kejatuhan tersebut selama 4 hari Dow turun 342,35 poin (2,19 persen), di tengah turunnya US consumer confidence index bulan September ke level 79,7 dari level revisi 81,8 di bulan Agustus dan lebih rendah dari konsensus ekonom di level 79,9.

Kejatuhan tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya data home prices 0,6 persen di bulan Juli, lebih rendah kenaikannya jika dibandingkan data setahun lalu yang naik 12,4 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
Jelang Rilis Suku Bunga...
Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, IHSG Belum Akan Berubah Banyak
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
4 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
4 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
4 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
5 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
5 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
6 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved