Kemenakertrans tak inisiatif selesaikan masalah ketenagakerjaan

Rabu, 25 September 2013 - 11:05 WIB
Kemenakertrans tak inisiatif...
Kemenakertrans tak inisiatif selesaikan masalah ketenagakerjaan
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IX DPR, Poempida Hidayatulloh menilai, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan.

Pandangan ini disampaikan Poempida menanggapi kasus eks buruh kuali di Tangerang yang hingga kini tidak ada penyelesaian dari pemerintah. "Saya menjadi semakin yakin bahwa pemerintah tidak mempunyai inisiatif memperbaiki diri dalam konteks menyelesaikan masalah ketenagakerjaan," kata dia di Gedung DPR, Senayan (25/9/2013).

Karena itu, dia tida heran jika para korban perbudakaan pabrik kuali di Tangerang kecewa dengan kinerja Menakertrans. Menurutnya, anggaran pengawasan tidak menjadi prioritas dari Kemenakertrans. Padahal, pengawasan penting dalam melindungi hak-hak para pekerja, termasuk masalah status hukumnya.

"Pengawasan pun harus menjangkau sampai tingkat proses hukumnya, agar terjadi kepastian hukum dan memberikan efek jera bagi mereka yang melanggar. Banyak sekali kasus ketenagakerjaan mandeg karena tidak proaktifnya Kemenakertrans dalam menindaklanjuti dan mengawal proses hukum yang berjalan," jelasnya.

Poempida mengatakan, sebenarnya Menakertrans dapat memberikan santunan langsung kepada para korban perbudakan pabrik kuali di Tangerang dan dapat mengatur mereka untuk turut dalam program padat karya Kemenakertrans. Sehingga dapat menikmati pekerjaan yang layak.

"Negara jelas tidak hadir dalam kasus penindasan yang melibatkan mereka," tegas dia.

Selain itu, lanjut dia, Menakertrans juga dapat menjadikan desa asal para korban ini menjadi target program desa produktif yang ada di Kemenakertrans. Desa asal mereka ini sudah sangat jelas teridentifikasi sebagai daerah miskin.

Jadi, sangat layak untuk mendapatkan program tersebut. Jika program ini berjalan, para korban ini secara tidak langsung dijadikan "pahlawan" oleh Kemenakertrans untuk desanya.

"Saya sangat menyayangkan tindakan-tindakan pasif dari Kemenakertrans dalam masalah ini. Ini menjadi catatan khusus saya dalam menggunakan hak pengawasan DPR. Sehingga saya jelas harus bersikap mempertanyakan dan menekan kebijakan Kemenakertrans," pungkas Politisi Golkar ini.

Sebelumnya diberitakan, belasan orang yang pernah menjadi korban kekerasan di pabrik kuali, didampingi KontraS angkat bicara. Mereka menagih janji Menakertrans untuk membantu menyelsaikan persoalan yang menimpanya.

Sudah hampir empat bulan kasus penyekapan yang dialami buruh pabrik kuali di Tangerang terungkap. Namun, proses hukum kasus itu belum juga digelar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
Balai Latihan Kerja...
Balai Latihan Kerja Surakarta Bantu Penanganan COVID-19
Hindari Resiko Penumpukan...
Hindari Resiko Penumpukan Orang, Kemnaker Minta Perusahaan Susun Rencana Kerja
Menaker Ida Fauziyah...
Menaker Ida Fauziyah Sambut Kepulangan Sembilan ABK
Siddhakarya Bukti Perhatian...
Siddhakarya Bukti Perhatian Pemerintah kepada Produktivitas Perusahaan
Kemnaker Berdayakan...
Kemnaker Berdayakan Korban PHK melalui Program Padat Karya
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
2 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
4 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
6 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
7 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved