Indosat serahkan rencana pemanfaatan orbit satelit

Rabu, 25 September 2013 - 15:44 WIB
Indosat serahkan rencana...
Indosat serahkan rencana pemanfaatan orbit satelit
A A A
Sindonews.com - PT Indosat Tbk (ISAT) telah menyerahkan rencana konkret pemanfaatan slot orbit satelit 150.5BT kepada pemerintah dan meyakini pemerintah akan konsisten menjaga iklim investasi di sektor ICT.

"Demi menjaga kepentingan masyarakat luas dan memaksimalkan slot orbit yang dimiliki Indonesia ini," kata Presiden Direktur Indosat, Alexander Rusli dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Dia mengungkapkan Indosat telah mengirim surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring pada 20 September lalu perihal Laporan Kemajuan Rencana Peluncuran Satelit PALAPA E pada Slot Orbit 150.5BT. Menurut informasi di Kominfo, rencana konkret Indosat sudah diterima hari ini.

Dia mengatakan, Indosat bukan hanya berupaya mempertahankan slot orbit 150.5BT tetap menjadi milik Indonesia, namun juga meningkatkan nilai slot orbit tersebut bagi Indonesia. Beberapa langkah konkret yang dilakukan antara lain Indosat telah menandatangani perjanjian awal dengan Orbital Sciences.

Perjanjian ini merupakan bagian dari kontrak yang akan ditandatangani, dan disaksikan bersama oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kerja sama kami dengan Orbital Sciences akan memastikan bahwa satelit yang baru akan diluncurkan dalam waktu 26 bulan sejak kontrak ditandatangani. Dengan demikian satelit sudah akan berada di orbit dalam waktu yang cukup sebelum deadline ITU," kata Rusli.

Untuk meningkatkan nilai komersial dari slot orbit 150.5BT dan memperkuat sektor telekomunikasi dan penyiaran di Indonesia, kata dia, Indosat juga telah menandatangani MoU dengan JSAT-SkyPerfect pada Juni 2013 serta dilanjutkan dengan rapat-rapat koordinasi di Tokyo maupun Jakarta untuk mewujudkan perjanjian.

"Dengan adanya kerja sama dengan JSAT-SkyPerfect, maka Indonesia akan memiliki akses terhadap filing Ku-Band. Sehingga dapat memenuhi kekurangan frekuensi untuk penyiaran di Indonesia, dan lebih jauh, akan membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program terkait dengan digital dividend untuk meningkatkan penetrasi broadband yang terjangkau di Indonesia," ujarnya.

Rusli mengungkapkan, beberapa calon pelanggan potensial dari sektor keuangan, telekomunikasi maupun penyiaran, telah menyatakan minatnya untuk menggunakan satelit PALAPA E tersebut.

"Selain itu kami juga mempersiapkan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan transponder bagi pemerintah maupun lembaga-lembaga pemerintah lainnya," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Haloo! Indosat Bagi...
Haloo! Indosat Bagi Dividen Rp2,06 Triliun, BUMN Dapat Berapa?
Terdampak Pandemi, Indosat...
Terdampak Pandemi, Indosat Rugi Rp457 Miliar di Kuartal III
4.000 Menara Indosat...
4.000 Menara Indosat Bakal Dijual, Masuk Tahap Awal Penjajakan
Dihajar COVID-19, Kinerja...
Dihajar COVID-19, Kinerja Indosat Ooredoo Diklaim Tetap Tumbuh
Bos Indosat Kompak Borong...
Bos Indosat Kompak Borong Saham ISAT, Ada Sinyal Apa?
Indosat M2 Berhenti...
Indosat M2 Berhenti Beroperasi, Pemerintah Diminta Lindungi Hak 500 Pekerja
Berita Terkini
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
1 jam yang lalu
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
9 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
9 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
9 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
9 jam yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
9 jam yang lalu
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved