Ekonom minta pemerintah jaga 3F penyebab krisis
Rabu, 25 September 2013 - 17:22 WIB
Ekonom minta pemerintah jaga 3F penyebab krisis
A
A
A
Sindonews.com - Ekonom BNI, Ryan Kiryanto meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mewaspadai potensi krisis yang terjadi akibat 3F (fuel, finance, dan food).
Dia menjelaskan, Indonesia pernah mengalami krisis (1998) yang salah satu penyebabnya adalah finance yang dimulai dari krisis mata uang Baht Thailand.
"Fuel (BBM) kita sudah melewati dengan menaikkan harga BBM. Sedangkan food ini yang bahaya," ujar Ryan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/9/2013).
Menurut Ryan, potensi gejolak akibat kerawanan pangan (food) di Indonesia sangat mungkin terjadi. Pasalnya selain demografis Indonesia yang besar, kebutuhan pangan Indonesia mayoritas masih mengandalkan bahan pangan impor.
"Kita terus mengandalkan Thailand dan Vietnam, nanti suatu saat ketika pasoka pangan mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri merek sendiri akan menjadi gejolak di kita," jelasnya.
Selain itu, krisis finansial yang menjalar ke perdagangan juga diharapkan tidak terjadi. "Krisis itu melalui dua jalur. Pada 1997- 1998 diakibatkan finance. Pada 2008 juga finance dulu tapi menjalar ke trade, impor kita kena," pungkas Ryan.
Karena itu, dia berharap kerja sama pemerintah dan Bank Indonesia seperti Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) harus rajin memantau hal-hal peyebab krisis seperti ini. "Ada FKSSK harusnya bisa mengantisipasi hal tersebut," pungkas dia.
Dia menjelaskan, Indonesia pernah mengalami krisis (1998) yang salah satu penyebabnya adalah finance yang dimulai dari krisis mata uang Baht Thailand.
"Fuel (BBM) kita sudah melewati dengan menaikkan harga BBM. Sedangkan food ini yang bahaya," ujar Ryan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/9/2013).
Menurut Ryan, potensi gejolak akibat kerawanan pangan (food) di Indonesia sangat mungkin terjadi. Pasalnya selain demografis Indonesia yang besar, kebutuhan pangan Indonesia mayoritas masih mengandalkan bahan pangan impor.
"Kita terus mengandalkan Thailand dan Vietnam, nanti suatu saat ketika pasoka pangan mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri merek sendiri akan menjadi gejolak di kita," jelasnya.
Selain itu, krisis finansial yang menjalar ke perdagangan juga diharapkan tidak terjadi. "Krisis itu melalui dua jalur. Pada 1997- 1998 diakibatkan finance. Pada 2008 juga finance dulu tapi menjalar ke trade, impor kita kena," pungkas Ryan.
Karena itu, dia berharap kerja sama pemerintah dan Bank Indonesia seperti Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) harus rajin memantau hal-hal peyebab krisis seperti ini. "Ada FKSSK harusnya bisa mengantisipasi hal tersebut," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :