IHSG diprediksi akan diwarnai aksi beli
Senin, 30 September 2013 - 08:11 WIB
IHSG diprediksi akan diwarnai aksi beli
A
A
A
Sindonews.com - Merujuk kejatuhan Dow Jones pada Jumat lalu diprediksi akan memberi imbas terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin ini.
"IHSG berada pada rentang 4.388-4.447. Dengan pola gravestone doji terbentuk atas IHSG mengindikasikan munculnya aksi beli," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Senin (30/9/2013).
Kendati berpotensi diwarnai aksi beli, namun Edwin meminta investor tetap waspada. Pasalnya, Senin ini adalah masa akhir pencatatan laporan keuangan Q3/2013 serta masa akhir debt ceiling. Kekhawatiran lainnya perihal akan dirilisnya data inflasi dan catatan ekspor-impor nasional sepanjang bulan September 2013.
"Bukan hanya akan dirilis data inflasi September yang saya perkirakan sebesar 0,44 persen, tetapi juga ekspor Agustus diperkirakan minimal USD15,15 miliar dan impor USD17 miliar serta juga ditunggu apakah defisit total perdagangan bisa berkurang dari USD5,65 miliar, serta apakah defisit transaksi berjalan bisa lebih rendah USD9,8 milar," kata Edwin.
Lebih lanjut dirinya menerangkan, jika data inflasi, defisit transaksi perdagangan dan defisit transaksi berjalan tidak sesuai dengan harapan, hari Selasa bukan mustahil IHSG dan rupiah akan kembali dihujani aksi jual.
Dari luar negeri, kekhawatiran belanja pemerintah AS harus disetujui paling lambat 1 Oktober 2013 untuk menghindari penutupan pemerintah AS dan debt ceiling" harus diperpanjang paling sedikit sampai akhir Oktober 2013 akan menjadi fokus dalam perdagangan Senin.
"Kondisi selanjutnya akan mengarahkan investor apakah pemerintah AS akan di shutdown atau tidak, jika kesepakatan tidak tercapai. Hal ini yang membuat market gentar," tutup dia.
"IHSG berada pada rentang 4.388-4.447. Dengan pola gravestone doji terbentuk atas IHSG mengindikasikan munculnya aksi beli," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Senin (30/9/2013).
Kendati berpotensi diwarnai aksi beli, namun Edwin meminta investor tetap waspada. Pasalnya, Senin ini adalah masa akhir pencatatan laporan keuangan Q3/2013 serta masa akhir debt ceiling. Kekhawatiran lainnya perihal akan dirilisnya data inflasi dan catatan ekspor-impor nasional sepanjang bulan September 2013.
"Bukan hanya akan dirilis data inflasi September yang saya perkirakan sebesar 0,44 persen, tetapi juga ekspor Agustus diperkirakan minimal USD15,15 miliar dan impor USD17 miliar serta juga ditunggu apakah defisit total perdagangan bisa berkurang dari USD5,65 miliar, serta apakah defisit transaksi berjalan bisa lebih rendah USD9,8 milar," kata Edwin.
Lebih lanjut dirinya menerangkan, jika data inflasi, defisit transaksi perdagangan dan defisit transaksi berjalan tidak sesuai dengan harapan, hari Selasa bukan mustahil IHSG dan rupiah akan kembali dihujani aksi jual.
Dari luar negeri, kekhawatiran belanja pemerintah AS harus disetujui paling lambat 1 Oktober 2013 untuk menghindari penutupan pemerintah AS dan debt ceiling" harus diperpanjang paling sedikit sampai akhir Oktober 2013 akan menjadi fokus dalam perdagangan Senin.
"Kondisi selanjutnya akan mengarahkan investor apakah pemerintah AS akan di shutdown atau tidak, jika kesepakatan tidak tercapai. Hal ini yang membuat market gentar," tutup dia.
(rna)
Lihat Juga :