Awal pekan, IHSG diproyeksi masih variatif
Senin, 30 September 2013 - 08:25 WIB
Awal pekan, IHSG diproyeksi masih variatif
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 4.400-4.416 dan resistance 4.438-4.460.
"Laju IHSG diperkirakan masih akan variatif. Waspadai kembalinya aksi profit taking seiring masih kurang kondusifnya kondisi bursa saham global," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (30/9/2013).
Menilik perdagangan akhir pekan lalu, meski di awal cukup ada kekhawatiran akan kemungkinan pelemahan lanjutan karena masih adanya utang gap berikutnya di 4.191-4.225, namun laju IHSG menjawab kekhawatiran tersebut yang mampu bergerak menghijau sepanjang perjalanannya berbanding terbalik dengan sehari sebelumnya yang di akhir sesi berakhir melemah.
Laju bursa saham Asia yang variatif cenderung menghijau, menguatnya nilai tukar rupiah dan berkurangnya aksi jualan asing memberikan ruang bagi IHSG untuk bergerak positif.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.470,25 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.395,81 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.405,89.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Laju IHSG sempat melewati target resisten kami (4.415-4.438), namun kembali masuk dalam kisaran tersebut yang menunjukkan mulai adanya dorongan beli," terang dia.
Dari luar negeri, penguatan bursa saham AS seiring dengan rilis penurunan initial jobless claims memberikan imbas cukup positif pada laju bursa saham Asia yang akhirnya mayoritas dapat berakhir di zona hijau meski cenderung variatif.
Di sisi lain, rilis kenaikan inflation rate dan CPI Jepang meski membuat Nikkei berbalik melemah, namun memberikan imbas positif pada bursa saham Asia lain dengan penilaian percepatan inflasi menandakan peningkatan ekonomi.
Selain itu, adanya rilis peningkatan keuntungan perusahaan-perusahaan industri Cina turut memberikan imbas positif. Di akhir pekan, laju bursa saham Eropa masih bergerak variatif cenderung memperpanjang pelemahannya seiring belum meredanya kekhawatiran akan terjadinya shutdown ekonomi AS bila pembahasan APBN nantinya di bulan Oktober tidak menemukan kesepakatan.
Di sisi lain, adanya pemberitaan pernyataan dari Gubernur BoE Mark Carney, tidak perlunya memperpanjang stimulus ekonomi turut memberikan imbas negatif.
Adanya kenaikan consumer dan business confidence zona Euro dan Yunani serta peningkatan GDP Perancis tertutupi oleh sentimen dari AS tersebut dan penurunan retail sales Spanyol.
Masih adanya kekhawatiran akan kebuntuan politik terhadap pembahasan APBN AS dan potensi terjadinya shutdown ekonomi AS membuat laju bursa saham AS masih memperpanjang pelemahannya di akhir pekan.
Pelaku pasar menilai potensi deadlock pembahasan APBN AS akan dapat menganggu pertumbuhan ekonomi AS. Rilis kenaikan personal income and spending tertutupi oleh sentimen tersebut dan rendahnya pertumbuhan consumer sentiment.
"Laju IHSG diperkirakan masih akan variatif. Waspadai kembalinya aksi profit taking seiring masih kurang kondusifnya kondisi bursa saham global," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (30/9/2013).
Menilik perdagangan akhir pekan lalu, meski di awal cukup ada kekhawatiran akan kemungkinan pelemahan lanjutan karena masih adanya utang gap berikutnya di 4.191-4.225, namun laju IHSG menjawab kekhawatiran tersebut yang mampu bergerak menghijau sepanjang perjalanannya berbanding terbalik dengan sehari sebelumnya yang di akhir sesi berakhir melemah.
Laju bursa saham Asia yang variatif cenderung menghijau, menguatnya nilai tukar rupiah dan berkurangnya aksi jualan asing memberikan ruang bagi IHSG untuk bergerak positif.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.470,25 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.395,81 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.405,89.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Laju IHSG sempat melewati target resisten kami (4.415-4.438), namun kembali masuk dalam kisaran tersebut yang menunjukkan mulai adanya dorongan beli," terang dia.
Dari luar negeri, penguatan bursa saham AS seiring dengan rilis penurunan initial jobless claims memberikan imbas cukup positif pada laju bursa saham Asia yang akhirnya mayoritas dapat berakhir di zona hijau meski cenderung variatif.
Di sisi lain, rilis kenaikan inflation rate dan CPI Jepang meski membuat Nikkei berbalik melemah, namun memberikan imbas positif pada bursa saham Asia lain dengan penilaian percepatan inflasi menandakan peningkatan ekonomi.
Selain itu, adanya rilis peningkatan keuntungan perusahaan-perusahaan industri Cina turut memberikan imbas positif. Di akhir pekan, laju bursa saham Eropa masih bergerak variatif cenderung memperpanjang pelemahannya seiring belum meredanya kekhawatiran akan terjadinya shutdown ekonomi AS bila pembahasan APBN nantinya di bulan Oktober tidak menemukan kesepakatan.
Di sisi lain, adanya pemberitaan pernyataan dari Gubernur BoE Mark Carney, tidak perlunya memperpanjang stimulus ekonomi turut memberikan imbas negatif.
Adanya kenaikan consumer dan business confidence zona Euro dan Yunani serta peningkatan GDP Perancis tertutupi oleh sentimen dari AS tersebut dan penurunan retail sales Spanyol.
Masih adanya kekhawatiran akan kebuntuan politik terhadap pembahasan APBN AS dan potensi terjadinya shutdown ekonomi AS membuat laju bursa saham AS masih memperpanjang pelemahannya di akhir pekan.
Pelaku pasar menilai potensi deadlock pembahasan APBN AS akan dapat menganggu pertumbuhan ekonomi AS. Rilis kenaikan personal income and spending tertutupi oleh sentimen tersebut dan rendahnya pertumbuhan consumer sentiment.
(rna)
Lihat Juga :