Perbankan dinilai terlalu fokus di perkotaan

Senin, 30 September 2013 - 14:22 WIB
Perbankan dinilai terlalu...
Perbankan dinilai terlalu fokus di perkotaan
A A A
Sindonews.com - Chairman Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana mengakui, ada sebagian perbankan yang berusaha menerapkan branchless banking, namun terlihat kurang serius.

Sebagian perbankan menganggap, branchless banking hanya sekedar perluasan jaringan. Padahal, bisa mensejahterakan masyarakat. Kemudahan akses keuangan desa dan kota berdampak terhadap peningkatan ekonomi makro.

Selama ini, layanan perbankan cenderung tumbuh di kota besar saja. Dia mencontohkan, layanan e-money disediakan 36 persen bank di Indonesia, layanan mobile banking 73 persen, kartu debit 95 persen, internet banking 82 persen. Masing-masing layananan, setiap tahunnya menunjukkan progres luar biasa.

"Padahal, akses keuangan tidak hanya dibutuhkan masyarakat perkotaan. Masyarakat di pelosok desa juga membutuhkan akses keuangan yang lebih mudah. Perbankan harus jemput bola," jelas dia, Senin (30/9/2013).

Branchless banking, kata dia, menjadi layanan keuangan tanpa bergantung keberadaan kantor cabang bank. Agen perbankan bergerak pro aktif mendatangi nasabah terutama yang lokasinya terisolir.

Layanan ini mengadopsi sistem telekomunikasi seperti SMS atau fiture jaringan lainnya. Dimitri menyebutkan, layanan tersebut terbukti mampu meningkatkan penetrasi perbankan di beberapa negara.

Layanan M-Pesa di Kenya misalnya, saat ini nilai transaksinya mencapai USD50 juta atau Rp575 miliar per hari. Agen layanan ini mencapai 65.547 orang dengan mayoritas transaksi melalui SMS. Layanan ini mampu mencatat pendapatan tahunan sekitar Rp2,83 triliun.

Begitupun di Bangladesh. Layanan branchless banking di negara yang cenderung lebih tertinggal dari Indonesia, telah memiliki 30 ribu agen. Layanan tersebut dipakai 2,2 juta pengguna.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
30 menit yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
44 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
1 jam yang lalu
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
1 jam yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
1 jam yang lalu
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved