Rupiah diproyeksi masih sulit menguat
Selasa, 01 Oktober 2013 - 08:35 WIB
Rupiah diproyeksi masih sulit menguat
A
A
A
Sindonews.com - Tidak hanya pasar saham yang tertekan oleh sentimen dari potensi terjadinya penutupan (shutdown) ekonomi Amerika Serikat (AS), laju rupiah diprediksi ikut terimbas.
"Rupiah akan bergerak pada rentang Rp11.532-11.641/USD menurut kurs tengah BI," prediksi Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (1/10/2013).
Padahal, lanjut Reza, di akhir pekan lalu, rupiah telah mengalami kenaikan cukup baik, namun sentimen dari AS turut menekan laju rupiah dan bahkan mengalami pelemahan cukup signifikan.
Belum lagi imbas sentimen tersebut juga mempengaruhi laju nilai tukar sejumlah mata uang Asia, sehingga makin memberi tekanan pada rupiah.
"Aksi wait and see pelaku pasar jelang rilis inflasi dan trade balance juga membuat rupiah gagal melanjutkan kenaikannya dengan melewati target support Rp11.553," tutup dia.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level Rp11.406/USD, terdepresiasi 122 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.284/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada kemarin berada di level Rp11.613/USD atau melemah 81 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp11.532/USD.
"Rupiah akan bergerak pada rentang Rp11.532-11.641/USD menurut kurs tengah BI," prediksi Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (1/10/2013).
Padahal, lanjut Reza, di akhir pekan lalu, rupiah telah mengalami kenaikan cukup baik, namun sentimen dari AS turut menekan laju rupiah dan bahkan mengalami pelemahan cukup signifikan.
Belum lagi imbas sentimen tersebut juga mempengaruhi laju nilai tukar sejumlah mata uang Asia, sehingga makin memberi tekanan pada rupiah.
"Aksi wait and see pelaku pasar jelang rilis inflasi dan trade balance juga membuat rupiah gagal melanjutkan kenaikannya dengan melewati target support Rp11.553," tutup dia.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level Rp11.406/USD, terdepresiasi 122 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.284/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada kemarin berada di level Rp11.613/USD atau melemah 81 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp11.532/USD.
(rna)