BEI: Tak perlu khawatir shutdown AS
Jum'at, 04 Oktober 2013 - 16:14 WIB
BEI: Tak perlu khawatir shutdown AS
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan bahwa investor tidak perlu khawatir bursa saham Indonesia akan terkena dampak negatif dari shutdown ekonomi Amerika Serikat (AS). Pasalnya, Indonesia pernah memiliki pengalaman serupa dan telah berhasil melaluinya dengan baik.
Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, dia tidak terlalu mengkhawatirkan dampak dari shutdown AS karena gejolak ekonomi juga pernah dialami pada tahun 1995-1996 dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia tak terpengaruh.
"Tidak perlu terlalu khawatir karena kita pernah melalui itu dengan baik. Waktu tahun 1995-1996, hal ini sama tapi indeks naik terus," kata Ito di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (4/10/2013).
Namun jika shutdown ekonomi AS berlanjut lebih lama, dia menyatakan, akan mempengaruhi iklim ekonomi global. Menurut dia, efek shutdown dapat menular tergantung berapa lama pemerintah AS mampu meredam gejolak ekonominya.
"Yang harus kita lihat kalau shutdown AS berkelanjutan, ekonomi global akan terkena dampaknya. Efeknya tergantung berapa lamanya," sambung dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, hal terpenting yang perlu diperhatikan saat ini adalah defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan. Menurut Ito, pergerakan IHSG lebih dipengaruhi kedua faktor tersebut.
"Defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan harus diperhatikan," tandasnya.
Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, dia tidak terlalu mengkhawatirkan dampak dari shutdown AS karena gejolak ekonomi juga pernah dialami pada tahun 1995-1996 dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia tak terpengaruh.
"Tidak perlu terlalu khawatir karena kita pernah melalui itu dengan baik. Waktu tahun 1995-1996, hal ini sama tapi indeks naik terus," kata Ito di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (4/10/2013).
Namun jika shutdown ekonomi AS berlanjut lebih lama, dia menyatakan, akan mempengaruhi iklim ekonomi global. Menurut dia, efek shutdown dapat menular tergantung berapa lama pemerintah AS mampu meredam gejolak ekonominya.
"Yang harus kita lihat kalau shutdown AS berkelanjutan, ekonomi global akan terkena dampaknya. Efeknya tergantung berapa lamanya," sambung dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, hal terpenting yang perlu diperhatikan saat ini adalah defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan. Menurut Ito, pergerakan IHSG lebih dipengaruhi kedua faktor tersebut.
"Defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan harus diperhatikan," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :