Gita yakinkan Australia kebijakan importasi RI transparan

Sabtu, 05 Oktober 2013 - 12:51 WIB
Gita yakinkan Australia...
Gita yakinkan Australia kebijakan importasi RI transparan
A A A
Sindonews.com - Perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Partnership Agreement (IA-CEPA) menjadi pembahasan dalam pertemuan bilateral Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan dengan Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb, pada 4 Oktober 2013 di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali.

Dalam pertemuan ini, Gita menyampaikan kebijakan importasi hortikultura dan daging sapi, bahwa Indonesia kini lebih terbuka dan transparan. "Tidak ada lagi kuota dan kami terbuka untuk seluruh sektor swasta," ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Perdagangan, Sabtu (5/10/2013).

Selain itu, Gita juga memahami bahwa dalam kerja sama kedua negara, baik industri di Australia maupun importir di Indonesia akan mendapatkan keuntungan.

"Perlu dipahami, konsumen Indonesia harus memanfaatkan perdagangan hortikultura dan daging sapi ini. Konsumen Indonesia tentunya menginginkan produk berkualitas dengan harga kompetitif," ujarnya.

Mendag juga menanyakan kepada Menteri Robb mengenai kemungkinan pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Australia atau sebaliknya. "Penjajakan ini mungkin dapat dilakukan, khususnya di sektor industri sapi," kata dia.

Di samping isu hortikultura dan daging sapi, Gita juga berkesempatan menyampaikan perkembangan kerja sama IA-CEPA dan perundingan lainnya. Perundingan ke-3 IA-CEPA akan dilaksanakan di Bali pada 8-9 November 2013.

Hasil tersebut akan dilaporkan kepada kedua Menteri pada saat Trade Ministerial Meeting (TMM) pada 10 November 2013. Terkait dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) di Bali pada Desember tahun ini, Mendag menyampaikan harapan pemerintah Indonesia agar pertemuan tersebut mencapai kesepakatan.

Khususnya, kata dia, untuk isu-isu pertanian, fasilitas perdagangan, dan paket untuk negara-negara kurang berkembang (Least Development Countries/LDCs).

Pada 2012, Australia tercatat sebagai negara mitra dagang terbesar ke-12 Indonesia. Sebesar 1,9 persen ekspor Indonesia tertuju ke Australia. Pertumbuhan perdagangan kedua negara selama lima tahun terakhir (2008-2012) rata-rata sebesar 9,78 persen.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Jepang Garap 6.794 Proyek...
Jepang Garap 6.794 Proyek di Indonesia, Airlangga Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved