Banyak miliarder lahir bergantung pada pemerintah

Senin, 07 Oktober 2013 - 14:55 WIB
Banyak miliarder lahir...
Banyak miliarder lahir bergantung pada pemerintah
A A A
Sindonews.com - Head of Emerging Markets and Global Macro di Morgan Stanley Investment Management, Ruchir Sharma mengkritik banyaknya miliarder yang lahir di negara berkembang karena kontrak-kontrak dengan pemerintah.

Dia berharap ke depannya akan banyak miliarder yang masuk majalah ternama Forbes yang lahir karena sukses dalam mengelola manufaktur.

"Hal tersebut banyak terjadi di India, Malaysia, Rusia, dan Meksiko. Namun ada juga miliarder yang sukses tanpa bergantung pemerintah seperti di China, Jepang, dan Korea Selatan," jelasnya di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (7/10/2013).

Dia juga menyebut negara-negara ini dengan negara yang menerapkan 'Peraturan Helikopter' karena banyak miliardernya yang lebih suka menggunakan helikopter karena ada ketimpangan infrastruktur jalan raya.

Sharma melihat ini adalah fenomena yang menyedihkan karena ini menandakan kesenjangan yang terjadi di negara-negara berkembang.

"Saya pernah ke Brasil bertemu salah seorang CEO, yang terjadi saya seperti James Bond karena apabila terlambat mereka memilih menggunakan helikopter. Ini sebenarnya buruk," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved