China cemaskan krisis plafon utang AS

Senin, 07 Oktober 2013 - 20:30 WIB
China cemaskan krisis...
China cemaskan krisis plafon utang AS
A A A
Sindonews.com - Pejabat senior China menyampaikan keprihatinannya atas batas waktu menaikkan plafon utang AS, dengan mengatakan 'jam terus berdetak', untuk menghindari default yang dapat membahayakan kepentingan ekonomi negaranya.

"Sebagai perekonomian terbesar di dunia dan penerbit mata uang cadangan utama, penting bagi AS mempertahankan kelayakan kredit dari obligasi Treasury," ujar Wakil Menteri Keuangan, Zhu Guangyao, seperti dilansir dari AFP, Senin (7/10/2013).

Zhu menambahkan, sebagai dua ekonomi terbesar di dunia, AS dan China 'tak terpisahkan', menekankan perdagangan bilateral tahunan mereka sebesar USD500 miliar dari investasi langsung AS dan kepemilikan China atas sejumlah obligasi Treasury AS.

Selama bertahun-tahun China telah mengelola beberapa triliun dolar AS (USD) dalam cadangan devisa, hasil dari surplus perdagangan yang besar dengan berinvestasi di Treasury AS.

Zhu mengatakan, kedua belah pihak telah melakukan pembicaraan atas masalah ini dan AS menyadari kekhawatiran China mengenai kemacetan ini. Dia juga mengakui, bahwa Presiden Barack Obama telah bekerja untuk menghindari kemungkinan default.

"Tapi kita harus melihat bahwa jam waktu terus berdetak. Ini hanya satu minggu lagi sebelum batas waktu pada tanggal 17," kata Zhu.

"Para eksekutif dari pemerintah AS harus mengambil langkah tegas dan kredibel untuk menghindari default pada obligasi Treasury," tegasnya.

Menurut Zhun, AS tidak hanya bekerja untuk masalah domestik, tetapi juga memiliki implikasi global. "Itu sebabnya kita mengatakan bahwa pemerintah dan Kongres harus mempercepat negosiasi," jelas Zhu.

Tantangan bagi Menteri Keuangan AS Jacob Lew, memutuskan dengan tepat tagihan mana yang harus dibayar dengan dana terbatas. Isu utama bagi AS harus melakukan pembayaran bunga utang. "Ini adalah sesuatu, bahwa pemerintah AS harus memberikan pertimbangan atas dasar prioritas," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
37 menit yang lalu
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
54 menit yang lalu
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
57 menit yang lalu
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
1 jam yang lalu
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved