Harga minyak WTI turun untuk pekan keempat

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 15:12 WIB
Harga minyak WTI turun...
Harga minyak WTI turun untuk pekan keempat
A A A
Sindonews.com - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menuju kerugian pekan keempat, setelah Presiden Barack Obama dan Republik gagal menyepakati peningkatan plafon utang AS dan mengakhiri shutdown parsial pemerintah.

Komoditas turun sebanyak 0,4 persen di New York, karena kedua belah pihak (pemerintah dan kongres AS) dalam kebuntuan. Kemarin, WTI sempat naik 1,4 persen di tengah optimisme kebuntuan akan diselesaikan.

"Perkembangan malam lalu mengurangi risiko krisis segera. Ini menunjukkan politisi AS enggan mendorong hal-hal di tepian. Mereka tampak seolah-olah akan berkedip," kata Ric Spooner, kepala analis pasar CMC Markets, Sydney, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (11/10/2013).

WTI untuk pengiriman November turun sebanyak 45 sen menjadi USD102,56 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di USD102,69 per barel pukul 02.15 waktu Singapura.

Kontrak sempat naik USD1,40 ke USD 103,01 per barel, kemarin. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sekitar 58 persen di bawah rata-rata 100 hari. Sementara harga turun 1,1 persen pekan ini.

Brent untuk pengiriman November turun sebanyak 30 sen atau 0,3 persen ke USD111,50 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved