Ditjen Pajak klaim terus lakukan bersih-bersih pegawai

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 15:25 WIB
Ditjen Pajak klaim terus...
Ditjen Pajak klaim terus lakukan bersih-bersih pegawai
A A A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen terus melakukan reformasi birokrasi di lingkungannya.

Kepala Pusdiklat Pajak Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Ditjen Pajak Kemenkeu, Imam Arifin mengakui bahwa magnitude power kekuasaan Kemenkeu luas.

Tahun ini saja, kata dia, Ditjen Pajak menangani uang sekitar Rp1.000 triliun. Hal itu tentu menuntut bukan hanya kompetensi pegawai yang tinggi, tetapi juga harus amanah.

Diikuti beberapa kementerian yang lain. Kalau Kemenkeu sudah reformasi birokrasi sejak 2002. Meski demikian, pihaknya mengakui banyak masyarakat yang masih berpikir adanya kasus Gayus dan yang lainnya di Ditjen Pajak.

"Saya teringat kata-kata Pak Renald Kasali bahwa reformasi birokrasi itu tak seperti beli sesuatu dibayar selesai. Tetapi agar seperti bukit, tanahnya tetap ditanami pohon, sehingga batunya tak kelihatan. Kalau kelihatan batunya, tangkap saja," ujarnya dalam seminar perpajakan di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat (11/10/2013).

Dia menuturkan, pegawai yang tidak amanah seperti itu saat ini juga dalam proses. Pihaknya menjaring selain orang terbaik, juga memiliki integritas dan amanah.

"Seperti kasus Margono pemeriksa pajak, itu teman-teman pemeriksa, punya power besar. Kalau Wajib pajak enggak patuh dan enggak punya nasionalisme tinggi, begitu pula pemeriksanya. Dan jadilah begitu, itu sedang dibersihkan," tuturnya.

Imam menyebutkan, jumlah pemeriksa pajak di Ditjen Pajak di atas lima ribu orang. Selain itu, fokus kerja Pusdiklat juga mengajari para aparat pemerintah di daerah soal administrasi pajak.

"Ada 600 unit satker di daerah, kami juga harus ajari orang-orang daerah. Jangan sampai ketangkap KPK, sehingga melakukan administrasi jangan sampai salah. Kalau mengajarkan Pemda tujuannya satu agar jadi petugas daerah yang baik, dan WP bagi pusat yang baik," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
20 Tahun Tak Pernah...
20 Tahun Tak Pernah Naik, Bea Meterai Jadi 10 Ribu
Berita Terkini
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
29 menit yang lalu
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
49 menit yang lalu
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
9 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
11 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
11 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved