Indonesia harus dorong perdagangan dengan Korsel
Jum'at, 11 Oktober 2013 - 18:40 WIB
Indonesia harus dorong perdagangan dengan Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto mengatakan, Indonesia harus mendorong perdagangan dengan Korea Selatan (Korsel).
Pasalnya, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ASEAN belum menjadi negara dengan ekspor terbesar ASEAN. Hal tersebut tergambar dari kondisi perdagangan diantara ASEAN dengan Uni Eropa, ASEAN dengan China, ASEAN dengan Jepang, tak ASEAN dengan Korse.
"Indonesia belum menjadi negara dengan ekspor terbesar di ASEAN, padahal Indonesia merupakan ekonomi terbesar di kawasan ini," kata Suryo di Jakarta, Jumat (11/10/2013).
Terkait hal tersebut, pihaknya mendukung pemerintah untuk mencapai target perdagangan bilateral antara Indonesia dan Korsel sebesar USD50 miliar pada 2015. "Bila perdagangan melalui peningkatan ekspor kita bisa diwujudkan, ini akan membawa manfaat yang lebih baik bagi negara kita," ujarnya.
Lebih jauh Suryo berharap, melalui kunjungan delegasi bisnis Korsel kali ini bisa mengundang partisipasi kerja sama dalam pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek besar yang ditawarkan melalui konsep MP3EI.
"Kita harapkan ada kerja sama untuk pembangunan mega-mega proyek di Indonesia dalam kerangka MP3EI untuk jangka waktu 15 tahun mendatang," jelasnya.
Kadin menilai, potensi kerja sama juga cukup besar untuk industri manufaktur, industri pertahanan, pariwisata, ketenagakerjaan, dan energi terbarukan.
Pasalnya, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ASEAN belum menjadi negara dengan ekspor terbesar ASEAN. Hal tersebut tergambar dari kondisi perdagangan diantara ASEAN dengan Uni Eropa, ASEAN dengan China, ASEAN dengan Jepang, tak ASEAN dengan Korse.
"Indonesia belum menjadi negara dengan ekspor terbesar di ASEAN, padahal Indonesia merupakan ekonomi terbesar di kawasan ini," kata Suryo di Jakarta, Jumat (11/10/2013).
Terkait hal tersebut, pihaknya mendukung pemerintah untuk mencapai target perdagangan bilateral antara Indonesia dan Korsel sebesar USD50 miliar pada 2015. "Bila perdagangan melalui peningkatan ekspor kita bisa diwujudkan, ini akan membawa manfaat yang lebih baik bagi negara kita," ujarnya.
Lebih jauh Suryo berharap, melalui kunjungan delegasi bisnis Korsel kali ini bisa mengundang partisipasi kerja sama dalam pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek besar yang ditawarkan melalui konsep MP3EI.
"Kita harapkan ada kerja sama untuk pembangunan mega-mega proyek di Indonesia dalam kerangka MP3EI untuk jangka waktu 15 tahun mendatang," jelasnya.
Kadin menilai, potensi kerja sama juga cukup besar untuk industri manufaktur, industri pertahanan, pariwisata, ketenagakerjaan, dan energi terbarukan.
(izz)
Lihat Juga :