Kepala keuangan dunia peringatkan efek shutdown AS

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 18:58 WIB
Kepala keuangan dunia...
Kepala keuangan dunia peringatkan efek shutdown AS
A A A
Sindonews.com - Kepala keuangan dunia mengecam kemacetan politik Amerika Serikat (AS), yang mereka identifikasi sebagai ancaman terbesar bagi perekonomian global dan pasar keuangan.

Dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, para pembuat kebijakan menyatakan keprihatinannya terhadap kegagalan anggota parlemen AS mengakhiri shutdown pemerintah serta peningkatan plafon utang AS yang akan memicu default dan resesi.

"Kurangnya resolusi memiliki konsekuensi negatif bagi perekonomian AS dan efek spillover, yang berarti konsekuensi negatif bagi seluruh dunia," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, seperti dilansir dari Bloomberg Television, Jumat (11/10/2013).

Sepuluh hari shutdown, anggota parlemen memiliki satu pekan tersisa untuk mengangkat USD16,7 miliar batas pinjaman AS atau risiko default yang berpotensi akan terdengar menggema seperti runtuhnya Lehman Brothers Holdings Inc pada 2008.

"Jika kebuntuan berlanjut mungkin ini dapat menyebabkan kerusakan parah bagi perekonomian AS dan dunia," kata Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi di New York.

Lagarde dan Menteri Keuangan AS Jacob J Lew juga memperingatkan bahwa kebuntuan politik bisa menguras safe-haven status aset AS. "Dunia benar-benar menghitung tanggung jawab kita," kata Lew kepada Komite Keuangan Senat.

Potensi yang akan terjadi sudah cukup bagi IMF memperingatkan dampak default bisa serius membahayakan kegiatan global dan memangkas proyeksi ekonomi untuk tahun ini menjadi 2,9 persen dari perkiraan 3,1 persen pada Juli. Sementara proyeksi tahun depan menjadi 3,6 persen dari 3,8 persen.

Bahkan dengan stabilisasi, ekspansi terbaru masih rata-rata setengah kecepatan sebelum krisis keuangan 2008, sehingga rentan terhadap guncangan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved