JPMorgan Chase bukukan kerugian USD380 juta

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 20:16 WIB
JPMorgan Chase bukukan...
JPMorgan Chase bukukan kerugian USD380 juta
A A A
Sindonews.com - Raksasa perbankan Amerika Serikat (AS), JPMorgan Chase melaporkan kerugian kuartalan karena biaya hukum yang besar.

Bank terbesar berdasarkan aset itu melaporkan kerugian bersih sebesar USD380 juta dari pendapatan USD23,12 miliar, sebagian besar untuk biaya hukum yang mencapai USD9,15 miliar menyusul serangkaian masalah regulasi.

CEO JPMorgan, Jamie Dimon mengatakan, hasil menunjukkan kinerja yang mendasari bisnis kuat, tapi hasilnya dirusak biaya hukum yang besar.

"Kami terus mengevaluasi cadangan hukum kita. Secara tak terduga tuntutan dan denda dari lembaga beberapa pemerintah meningkat. Kami pikir itu bijaksana untuk secara signifikan memperkuatnya," kata Dimon, seperti dilansir dari AFP, Jumat (11/10/2013).

JPMorgan pada September menandatangani USD920 juta untuk menyelesaikan beberapa biaya sipil terkait dengan bencana 'London whale', di mana perusahaan kehilangan USD6,2 miliar akibat pengelolaan perdagangan yang buruk.

Pada Juli, Bank juga setuju membayar denda USD410 juta untuk menyelesaikan tuduhan manipulasi pasar listrik AS.
(dmd)
Berita Terkini
Pembayaran Retribusi...
Pembayaran Retribusi Jakarta Kini Bisa Lewat Aplikasi, QRIS dan Gerai Ritel
12 menit yang lalu
Indonesia Tak Akan Balas...
Indonesia Tak Akan Balas Tarif Impor Baru AS, Menko Airlangga Pilih Jalur Diplomasi
52 menit yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Mendorong Ekonomi Global Jatuh ke Jurang Resesi
1 jam yang lalu
Sambut Arus Balik, BRI...
Sambut Arus Balik, BRI Siapkan Posko BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol
1 jam yang lalu
Geser Hong Kong, Moskow...
Geser Hong Kong, Moskow Jadi Kota Kedua dengan Miliarder Terbanyak
2 jam yang lalu
Bersama BRI, Unici Songket...
Bersama BRI, Unici Songket Silungkang Sukses Tembus Pasar Global
2 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur Siluman F-35...
Jet Tempur Siluman F-35 Lampaui 1 Juta Jam Terbang
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved