Jabar merasa dianaktirikan soal kuota sapi impor

Selasa, 15 Oktober 2013 - 17:00 WIB
Jabar merasa dianaktirikan...
Jabar merasa dianaktirikan soal kuota sapi impor
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (Apdasi) Jawa Barat (Jabar), Dadang Iskandar menilai, minimnya kuota sapi impor yang disuplai ke Jabar bentuk ketidakpedulian pemerintah terhadap tingginya harga sapi di kawasan ini.

Mestinya, lanjut Dadang, kuota sapi impor untuk Jabar bisa 50 persen dari total impor sapi. Hal itu berkaca pada tingginya kebutuhan sapi di kawasan ini. Dadang memperkirakan, Jabar membutuhkan sekurang-kurangnya 800 ribu ekor sapi per tahun.

"Selama ini, Apdasi Jabar giat mengusulkan dan memperjuangkan agar dilakukan impor sapi. Tapi ternyata, perjuangan kami sia-sia. Karena sapi sapi tersebut lebih banyak disuplai ke DKI Jakarta," tuturnya. Selasa (15/10/2013).

Namun, Apdasi mengaku tidak bisa berbuat banyak. Pasca Idul Adha, Apdasi pesimistis harga daging sapi di Jabar stabil. Apalagi bila suplai sapi impor ke Jabar minim.

Saat ini, pedagang kesulitan mendapat sapi hidup. Akibatnya harga daging sapi berpotensi kembali melambung. Pemerintah dinilai selalu terlambat mengantisipasi tingginya harga sapi di pasaran.

Mestinya, lanjut dia, pemerintah bisa mengantisipasi sebelum harga sapi melambung. "Jangan harga sudah naik baru ribut ribut impor sapi," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
1 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
1 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
3 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
3 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
4 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved