Gita temukan harga daging sapi masih tinggi

Kamis, 17 Oktober 2013 - 16:30 WIB
Gita temukan harga daging...
Gita temukan harga daging sapi masih tinggi
A A A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga barang usai Hari Raya Idul Adha di Pasar Modern Ciledug, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, hari ini.

Dari sidak tersebut ditemukan sejumlah harga komoditi yang masih tinggi seperti daging sapi mencapai Rp95 ribu per kilogram (Kg) dan cabai mencapai Rp45 ribu per kg. Sedangkan kebutuhan pokok lainnya dinilai stabil.

"Daging sapi ini harganya mahal karena produksi nasional kurang. Insya Allah pekan depan harganya sudah turun karena pemerintah mulai impor daging sapi. Kalau cabai dari sentranya masih tersendat karena belum panen. Kemungkinan pekan depan panen dan bisa turun ke pasar," ujar Mendag dalam kesempatan tersebut, Kamis (17/10/2013).

Menurutnya, kunjungan tersebut untuk memantau perkembangan harga di pasar yang sempat mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha. "Pemerintah terus berusaha agar stabilitas harga bahan pokok bisa terjaga dan bisa terkontrol," kata Gita.

Berdasarkan perkembangan harga rata-rata bahan pokok di tingkat nasional, jika pada 16 Oktober dibandingkan dengan 15 Oktober (Saat Idul Adha), komoditas yang mengalami penurunan seperti bawang merah sebesar 1,02 persen menjadi Rp26 ribu per Kg, daging ayam boiler 0,13 persen jadi Rp30 ribu per Kg dan tepung terigu 0,12 persen menjadi Rp8 ribu per Kg.

Sementara, yang mengalami kenaikan harga adalah cabai merah besar 8,02 persen menjadi Rp41 ribu per Kg, cabai merah keriting 6,40 persen menjadi Rp39 rib per Kg, cabai rawit merah 3,03 persen menjadi Rp45 ribu per Kg.

Selain itu, komoditi telur ayam ras, minyak goreng curah, daging sapi, bawang putih, kedelai lokal dan harga gula pasir relatif stabil dengan kenaikan yang tidak signifikan antara 0,16-1,10 persen.

Mendag menyatakan, pemerintah akan terus melakukan pemantauan harga secara intensif dan melakukan langkah koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kenaikan harga.

Selain itu, dia mengimbau agar masyarakat secara aktif dapat menginformasikan kepada pemerintah jika terjadi kelangkaan bahan kebutuhan pokok di daerahnya.

"Sehingga pemerintah dapat berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk segera mengisi kelangkaan tersebut," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved