Pertumbuhan ekonomi China dinilai baik untuk Indonesia
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 13:53 WIB
Pertumbuhan ekonomi China dinilai baik untuk Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengaku optimis melihat pertumbuhan ekonomi China yang meningkat sebesar 7,8 persen pada kuartal III/2013 akan berpengaruh baik kepada ekonomi Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri menuturkan, bahwa pertumbuhan ekonomi China yang mencapai 7,8 persen tersebut akan kembali meningkatkan permintaan dan ekspor Indonesia ke China.
Peningkatan tersebut nantinya akan memperkuat posisi neraca transaksi berjalan Indonesia yang sebelumnya tertekan karena rendahnya angka ekspor.
"Ekspor akan meningkat dan defisit neraca transaksi berjalan diperkirakan akan ada di bawah 4,4 persen terhadap PDB akhir 2013 ini," jelas Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Sementara, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengaku capaian China tersebut sejalan dengan prediksi World Economic Outlook dan survei BI.
Meski demikian, Agus berpesan agar Indonesia memerhatikan proyeksi pertumbuhan ekonomi China dan ekonomi dunia pada umumnya yang tahun depan masih cukup rendah dari sebelum-belumnya. Bahkan pertumbuhan China masih ada di bawah angka kisaran sebelumnya 9 persen.
"Jadi masih akan pengaruhi reposisi aset dan memengaruhi nilai tukar karena ada perpindahan dana global," ujarnya.
Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri menuturkan, bahwa pertumbuhan ekonomi China yang mencapai 7,8 persen tersebut akan kembali meningkatkan permintaan dan ekspor Indonesia ke China.
Peningkatan tersebut nantinya akan memperkuat posisi neraca transaksi berjalan Indonesia yang sebelumnya tertekan karena rendahnya angka ekspor.
"Ekspor akan meningkat dan defisit neraca transaksi berjalan diperkirakan akan ada di bawah 4,4 persen terhadap PDB akhir 2013 ini," jelas Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Sementara, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengaku capaian China tersebut sejalan dengan prediksi World Economic Outlook dan survei BI.
Meski demikian, Agus berpesan agar Indonesia memerhatikan proyeksi pertumbuhan ekonomi China dan ekonomi dunia pada umumnya yang tahun depan masih cukup rendah dari sebelum-belumnya. Bahkan pertumbuhan China masih ada di bawah angka kisaran sebelumnya 9 persen.
"Jadi masih akan pengaruhi reposisi aset dan memengaruhi nilai tukar karena ada perpindahan dana global," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :