Apemindo: Kekayaan alam Indonesia dirampok asing

Jum'at, 18 Oktober 2013 - 16:14 WIB
Apemindo: Kekayaan alam...
Apemindo: Kekayaan alam Indonesia dirampok asing
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Mineral dan Batu Bara Indonesia (Apemindo) menilai kebijakan pengelolaan alam Indonesia tidak berpihak kepada masyarakat, namun kepada asing.

"Kita dari pengusaha nasional mengimbau agar kekayaaan alam kita tidak dirampok oleh asing," kata Ketua Apemindo Poltak Sitanggang dalam konferensi pers Persepsi Publik Tentang Pengelolaan Kekayaan Alam Indonesia, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (18/10/2013).

Pernyataan Poltak tersebut didukung hasil survei dari INDO Survey dan Strategy. Lembaga survey mengakui telah melakukan wawancara telepon responden di 25 provinsi Indonesia. Adapun sebanyak 12 ribu responden nomor telepon diambil secara acak dari database hasil kerja sama dengan provider kemudian dengan pengelompokan data berdasarkan SES.

Menurut Direktur Eksekutif INDO Survey dan Strategy Hendrasmo dalam hasil surveinya, mayoritas responden atau 53,30 persen tidak percaya pelaksanaan pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Kemudian, pengelolaan kekayaan alam oleh asing sebesar 42,50 persen, responden menyatakan tidak menguntungkan bagi negara, sedangkan 19,70 persen tidak tahu dan 23,90 persen mengatakan menguntungkan.

Sebanyak 43,90 persen responden menyatakan kehadiran perusahaan asing kurang bermanfaat. Hanya 28,10 persen sangat bermanfaat dan cukup bermanfaat. Kemudian sisanya sebesar 27 persen menyatakan tidak tahu.

Responden hasil survei juga menyakini, kehadiran perusahaan asing yang mengelola kekayaan alam Indonesia tidak mampu mengentaskan kemiskinan masyarakat. Sebesar 42,60 persen responden menyatakan kurang meyakini atau tidak yakin sama sekali kemiskinan akan dientaskan.

"Sedangkan 27,90 persen sangat yakin dan cukup yakin dan 26 persen menyatakan tidak tahu," kata dia.

Dengan hasil survey tersebut, lanjut Poltak, Apemindo sangat prihatin dengan kondisi sekarang. Apa yang kita teriakan kepada masyarakat telah tumbuh kepada masyarakat.

"Kita sudah salah mengelola kekayaan alam kita. Mau kemana arah pengelolaan ini dilakukan karena turunan dari UU tidak sesuai," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dijuluki Negeri Seribu...
Dijuluki Negeri Seribu Pulau, Indonesia Kaya Akan Sumber Daya Alam Apa?
Tata Kelola SDA Sultra...
Tata Kelola SDA Sultra Harus Serap Kepentingan Warga Lokal
Diskusi Forum Legislasi...
Diskusi Forum Legislasi Pembahasan Sumber Daya Alam
Terus Menuai Penolakan,...
Terus Menuai Penolakan, UU PSDN Dinilai Minim Partisipasi Publik
Prabowo Terbitkan PP...
Prabowo Terbitkan PP DHE SDA: Kewajiban Penempatan Devisa 100% ke Bank Nasional
Soal Pemanfaatan Sumber...
Soal Pemanfaatan Sumber Daya Alam Dinilai Perlu Perhatikan Keselamatan
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
56 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
1 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
2 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved