Defisit transaksi berjalan diperlukan untuk lapangan kerja

Jum'at, 18 Oktober 2013 - 16:15 WIB
Defisit transaksi berjalan...
Defisit transaksi berjalan diperlukan untuk lapangan kerja
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri mengatakan, defisit transaksi berjalan tetap diperlukan untuk mendorong pertumbuhan, namun dalam batasan yang wajar.

Dia juga menerangkan bahwa transaksi berjalan yang surplus, pertumbuhan berarti berada di bawah kisaran lima persen karena konsumsi yang tidak terlalu besar dan tidak dapat menciptakan lapangan kerja.

"Kalau growth kita di bawah lima persen, artinya kita tidak bisa menciptakan lapangan kerja. kalau kita tidak bisa menciptakan lapangan kerja, pengangguran naik dan kemiskinan juga naik," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/10/2013).

Chatib mengungkapkan, tidak hanya Indonesia, namun juga seluruh negara berkembang masih membutuhkan defisit neraca pembayaran yang seimbang untuk memacu pertumbuhan ekonomi mereka.

"Tapi pada level yang wajar. Karena kalau current account surplus, growth kita di bawah lima persen, kita enggak bisa membuka lapangan kerja," ujarnya.

Untuk saat ini, Chatib mengaku akan fokus pada defisit transaksi berjalan yang lebih seimbang untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

"4,4 persen itu masih ketinggian, dia harus diturunkan ke level yang normal, sekitar 2 sampai 3 persen atau sedikit di atas 3 persen. Kalau dia dilevel itu, maka pertumbuhan 6 persen bisa kita kejar," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
18 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
20 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
24 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
25 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved