Kuartal III/2013, BNI raih laba bersih Rp6,54 T
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 18:12 WIB
Kuartal III/2013, BNI raih laba bersih Rp6,54 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada kuartal III/2013 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp6,54 triliun. Perolehan tersebut meningkat 29,8 persen dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,04 triliun.
Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengatakan perolehan laba bersih tersebut didukung dengan ekspansi kredit yang terus tumbuh, dan pengelolaan aset yang semakin prudent serta efisien. Sehingga pendapatan operasional naik signifikan.
"Dengan pencapaian hingga kuartal ketiga tahun ini, kami optimis dapat memperoleh target laba bersih hingga penghujung akhir 2013, masih sesuai rencana awal tahun. Meskipun ada sejumlah tantangan, tapi kita tidak merubah bisnis plan," kata dia dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Dia menjelaskan, dengan pertumbuhan laba bersih tersebut, BNI mampu meningkatkan rasio return on asset (RAO) dari 2,8 persen pada kuartal III/2012 menjadi 3,3 persen pada kuartal yang sama tahun ini.
Selain itu, perseroan juga mampu menguatkan return on equity (ROE) dari 19,7 persen menjadi 21,8 persen pada sembilan bulan pertama di 2013. BNI juga mampu membukukan peningkatan Net Interest Margin (NIM) dari 5,8 persen pada kuartal III tahun lalu menjadi 6,1 persen pada kuartal III/2013.
Di samping itu, perseroan juga berhasil menurunkan cost to income ratio (CIR) dari 47,1 persen pada kuartal III/2012 menjadi 44 persen pada periode yang sama tahun ini. Sementara, Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) menurun dari 72 persen pada kuartal III/2012 menjadi 66,8 persen pada kuartal III/2013.
"CIR dan BOPO yang semakin baik tersebut juga menjadi faktor penyumbang terbentuknya laba bersih BNI yang tumbuh 29,8 persen menjadi Rp6,54 triliun pada kuartal ketiga tahun ini," pungkas Gatot.
Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengatakan perolehan laba bersih tersebut didukung dengan ekspansi kredit yang terus tumbuh, dan pengelolaan aset yang semakin prudent serta efisien. Sehingga pendapatan operasional naik signifikan.
"Dengan pencapaian hingga kuartal ketiga tahun ini, kami optimis dapat memperoleh target laba bersih hingga penghujung akhir 2013, masih sesuai rencana awal tahun. Meskipun ada sejumlah tantangan, tapi kita tidak merubah bisnis plan," kata dia dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Dia menjelaskan, dengan pertumbuhan laba bersih tersebut, BNI mampu meningkatkan rasio return on asset (RAO) dari 2,8 persen pada kuartal III/2012 menjadi 3,3 persen pada kuartal yang sama tahun ini.
Selain itu, perseroan juga mampu menguatkan return on equity (ROE) dari 19,7 persen menjadi 21,8 persen pada sembilan bulan pertama di 2013. BNI juga mampu membukukan peningkatan Net Interest Margin (NIM) dari 5,8 persen pada kuartal III tahun lalu menjadi 6,1 persen pada kuartal III/2013.
Di samping itu, perseroan juga berhasil menurunkan cost to income ratio (CIR) dari 47,1 persen pada kuartal III/2012 menjadi 44 persen pada periode yang sama tahun ini. Sementara, Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) menurun dari 72 persen pada kuartal III/2012 menjadi 66,8 persen pada kuartal III/2013.
"CIR dan BOPO yang semakin baik tersebut juga menjadi faktor penyumbang terbentuknya laba bersih BNI yang tumbuh 29,8 persen menjadi Rp6,54 triliun pada kuartal ketiga tahun ini," pungkas Gatot.
(izz)
Lihat Juga :