Hadapi AEC, lulusan PT harus punya keterampilan kerja

Senin, 21 Oktober 2013 - 12:45 WIB
Hadapi AEC, lulusan...
Hadapi AEC, lulusan PT harus punya keterampilan kerja
A A A
Sindonews.com - Perguruan Tinggi (PT) dituntut untuk mampu mencetak lulusan kompeten dan berdaya saing dalam pasar kerja. Hal ini diperlukan menjelang diberlakukannya The ASEAN Economic Community (AEC) 2015.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar mengatakan, dalam menghadapi era persaingan bebas ini para lulusan pendidikan di Indonesia harus mampu menguasai pengetahuan dan teknologi untuk mengaplikasi keterampilan dan kompetensi kerja yang dimiliki.

"Pemerintah terus mendorong lulusan pendidikan bersiap menjadi tenaga kerja yang berkemampuan tinggi untuk memasuki pasar kerja global," kata da dalam rilinsya, Senin (21/10/2013).

Menurutnya, dalam menghadapi AEC 2015, semua lembaga pendidikan dan pelatihan juga diharapkan mampu berperan dalam memberikan bekal berupa hardskills dan softskill yang memadai. Sehingga lulusannya dapat bersaing dalam mencari pekerjaan yang layak.

"Hardskills antara lain berupa ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilam teknis yang sesuai dengan bidang ilmunya. Sedangkan softskills adalah kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain yang menjadikannya mampu mengembangkan kerja secara maksimal," katanya.

Dalam dunia ketenagakerjaan di Indonesia saat ini, lanjut Muhaimin, terdapat tiga isu strategis. Pertama, rendahnya kualitas angkatan kerja sehingga tidak memiliki daya saing.

Kedua, besarnya jumlah pengangguran akibat tidak seimbangnya persediaan tenaga kerja dengan jumlah kebutuhan tenaga kerja, dan ketiga yaitu terbatasnya kesempatan kerja.

Untuk mengatasi ketiga isu tersebut, pemerintah mengambil kebijakan dalam peningkatan daya saing bidang ketenagakerjaan. Yaitu, mendorong terciptanya kesempatan kerja yang layak, mendorong terciptanya kesempatan kerja yang luas.

Selain itu, meningkatkan kondisi dan mekanisme hubungan industrial, menyempurnakan dan melaksanakan peraturan ketenagakerjaan, meningkatkan kompetensi, menciptakan kesempatan kerja melalui program pemerintah, serta mengembangkan kebijakan pendukung pasar kerja melalui informasi pasar kerja.

"Untuk menghasilkan tenaga kerja terampil dan profesional, kita harus membangun sistem atau mekanisme agar dunia pendidikan dan pelatihan memperkuat kelembagaan diklat, meningkatkan kualitas pelatihan dan meningkatkan koordinasi antar lembaga penanggung jawab kebijakan lembaga diklat," jelas Muhaimin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
33 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved