Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.291/USD
Selasa, 22 Oktober 2013 - 16:30 WIB
Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.291/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terdepresiasi cukup dalam seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah diserang aksi ambil untung.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.291/USD, melemah signifikan mencapai 438 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp10.853/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp10.885/USD. Sementara posisi rupiah terkuat sore ini berada di level Rp10.786/USD dan terlemah di level Rp11.348/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik sore ini di level Rp11.296/USD, dengan kisaran harian Rp11.292-11.340/USD. Posisi ini terdepresiasi sebesar 438 poin dibanding kemarin di level Rp10.858/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.305/USD, menguat dibanding pagi tadi di level Rp11.338/USD. Namun, posisi sore ini anjlok 477 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp10.861/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.341/USD atau menguat 12 poin dibanding posisi hari kemarin di level Rp11.353/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi negatifnya IHSG sebagai imbas dari sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS), dimana Wall Street pada penutupan semalam juga mendatar lantara aksi ambil untung yang dilakukan investor menjelang rilis data pengganguran setelah sempat tertunda karena shutdown pemerintah AS.
Sementara IHSG sore ini ditutup 65,44 poin atau 1,43 persen ke level 4.512,74. Sore ini, hampir semua sektor melemah dengan pelemahan tertinggi dipimpin aneka industri, yang turun 3,05 persen, sedangkan yang menguat hanya perkebunan, yang naik 2,06 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,73 triliun dan volume perdagangan 5,21 miliar lembar saham dengan transaksi bersih asing tercatat sebesar Rp1,11 triliun. Tercatat sebanyak 82 saham mengalami kenaikan, 187 saham melemah dan 103 saham stagnan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.291/USD, melemah signifikan mencapai 438 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp10.853/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp10.885/USD. Sementara posisi rupiah terkuat sore ini berada di level Rp10.786/USD dan terlemah di level Rp11.348/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik sore ini di level Rp11.296/USD, dengan kisaran harian Rp11.292-11.340/USD. Posisi ini terdepresiasi sebesar 438 poin dibanding kemarin di level Rp10.858/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.305/USD, menguat dibanding pagi tadi di level Rp11.338/USD. Namun, posisi sore ini anjlok 477 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp10.861/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.341/USD atau menguat 12 poin dibanding posisi hari kemarin di level Rp11.353/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi negatifnya IHSG sebagai imbas dari sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS), dimana Wall Street pada penutupan semalam juga mendatar lantara aksi ambil untung yang dilakukan investor menjelang rilis data pengganguran setelah sempat tertunda karena shutdown pemerintah AS.
Sementara IHSG sore ini ditutup 65,44 poin atau 1,43 persen ke level 4.512,74. Sore ini, hampir semua sektor melemah dengan pelemahan tertinggi dipimpin aneka industri, yang turun 3,05 persen, sedangkan yang menguat hanya perkebunan, yang naik 2,06 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,73 triliun dan volume perdagangan 5,21 miliar lembar saham dengan transaksi bersih asing tercatat sebesar Rp1,11 triliun. Tercatat sebanyak 82 saham mengalami kenaikan, 187 saham melemah dan 103 saham stagnan.
(rna)