Data pekerjaan meleset, Wall Street malah naik
Rabu, 23 Oktober 2013 - 08:46 WIB
Data pekerjaan meleset, Wall Street malah naik
A
A
A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street menguat dan membuat Indeks S&P 500 pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup memperbaiki rekor sebelumnya, padahal data lapangan kerja September di bawah ekspektasi bulan sebelumnya.
Jumlah pekerjaan baru di Amerika Serikat pada September 2013 tercatat hanya 148.000 atau jauh di bawah ekspektasi ekonom sebanyak 180.000. Data tersebut dipandang sebagai keputusan The Fed mempertahankan stimulus moneternya senilai USD85 miliar hingga tahun depan. Hal ini menjadi faktor utama indeks S&P 500 menguat sebesar 23 persen sepanjang tahun ini.
"Laporan lain selain jumlah tenaga kerja membawa kita percaya bahwa Fed akan mempertahankan stimulusnya tahun ini seperti yang disukai pasar," kata regional Chief Investment Officer Wells Fargo Private Bank Darrell Cronk seperti dilansir Reuters, Rabu (23/10/2013).
Sementara itu, menguatnya indeks S&P didorong naiknya saham sektor konsumen yang menguat 1,4 persen. Kenaikan ini didorong naiknya saham Kimberly- Clark Corp (KMB.N) sebesar 4,2 persen menjadi USD102,97 setelah berhasil membukukan laba bersih kuartalan lebih baik dari ekspektasi.
Saham Transocean (RIG.N) naik 6 persen menjadi USD49,35 setelah perusahaan jasa pengeboran itu akan menggantikan saham Dell (DELL.O) dalam indeks S&P 500 pasca penutupan perdagangan Senin pekan depan.
Tapi kenaikan terbatas terjadi di indeks Nasdaq setelah menguat tajam sepanjang tahun ini, termasuk saham Netflix Inc (NFLX.O) yang berbalik arah melemah. Saham Netflix turun 9 persen menjadi USD323,12.
Semalam, indeks Dow Jones naik 75,46 poin atau 0,49 persen ke 15.467,66; indeks S&P 500 naik 10,01 poin atau 0,57 persen ke 1.754,67 dan Nasdaq menguat 9,517 poin atau 0,24 persen ke 3.929,566.
Jumlah pekerjaan baru di Amerika Serikat pada September 2013 tercatat hanya 148.000 atau jauh di bawah ekspektasi ekonom sebanyak 180.000. Data tersebut dipandang sebagai keputusan The Fed mempertahankan stimulus moneternya senilai USD85 miliar hingga tahun depan. Hal ini menjadi faktor utama indeks S&P 500 menguat sebesar 23 persen sepanjang tahun ini.
"Laporan lain selain jumlah tenaga kerja membawa kita percaya bahwa Fed akan mempertahankan stimulusnya tahun ini seperti yang disukai pasar," kata regional Chief Investment Officer Wells Fargo Private Bank Darrell Cronk seperti dilansir Reuters, Rabu (23/10/2013).
Sementara itu, menguatnya indeks S&P didorong naiknya saham sektor konsumen yang menguat 1,4 persen. Kenaikan ini didorong naiknya saham Kimberly- Clark Corp (KMB.N) sebesar 4,2 persen menjadi USD102,97 setelah berhasil membukukan laba bersih kuartalan lebih baik dari ekspektasi.
Saham Transocean (RIG.N) naik 6 persen menjadi USD49,35 setelah perusahaan jasa pengeboran itu akan menggantikan saham Dell (DELL.O) dalam indeks S&P 500 pasca penutupan perdagangan Senin pekan depan.
Tapi kenaikan terbatas terjadi di indeks Nasdaq setelah menguat tajam sepanjang tahun ini, termasuk saham Netflix Inc (NFLX.O) yang berbalik arah melemah. Saham Netflix turun 9 persen menjadi USD323,12.
Semalam, indeks Dow Jones naik 75,46 poin atau 0,49 persen ke 15.467,66; indeks S&P 500 naik 10,01 poin atau 0,57 persen ke 1.754,67 dan Nasdaq menguat 9,517 poin atau 0,24 persen ke 3.929,566.
(rna)
Lihat Juga :