Rupiah menguat 389 poin ke Rp10.902/USD
Rabu, 23 Oktober 2013 - 16:34 WIB
Rupiah menguat 389 poin ke Rp10.902/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini berakhir menguat seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan sore ini.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp10.902/USD, terapresiasi 389 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.291/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.283/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat berada di level Rp10.766/USD dan terlemah di Rp11.283/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik sore ini di level Rp10.907/USD. Posisi ini menguat mencapai 389 poin dibanding penutupan sore kemarin yang berada di level Rp11.296/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.290/USD atau menguat 15 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.305/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.258/USD atau menguat 83 poin dibanding hari kemarin yang berada di level Rp11.341/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi sentimen dari Amerika Serikat (AS) semalam. "Rilis data ketenagakerjaan semalam yang lebih rendah dibanding ekspektasi ekonom mendorong dolar kembali melemah terhadap beberapa mata uang dunia, termasuk rupiah pada hari ini," kata dia, Rabu (23/10/2013).
Di samping itu, sentimen lainnya adalah IHSG yang berhasil bertahan di zona hijau, meski saham di bursa kawasan Asia terkoreksi. Bank Indonesia (BI) yang mengadakan lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tenor 3 dan 6 bulan dengan target Rp3 triliun juga memberi dampak positif bagi gerak rupiah.
Sementara itu, IHSG sore ini ditutup melonjak 33,76 poin atau 0,75 persen ke level 4.546,5. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp7,08 triliun dan volume perdagangan 5,73 miliar lembar saham dengan transaksi bersih asing tercatat sebesar Rp965,2 miliar. Tercatat sebanyak 180 saham mengalami kenaikan, 90 saham melemah dan 102 saham stagnan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp10.902/USD, terapresiasi 389 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.291/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.283/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat berada di level Rp10.766/USD dan terlemah di Rp11.283/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik sore ini di level Rp10.907/USD. Posisi ini menguat mencapai 389 poin dibanding penutupan sore kemarin yang berada di level Rp11.296/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.290/USD atau menguat 15 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.305/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.258/USD atau menguat 83 poin dibanding hari kemarin yang berada di level Rp11.341/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi sentimen dari Amerika Serikat (AS) semalam. "Rilis data ketenagakerjaan semalam yang lebih rendah dibanding ekspektasi ekonom mendorong dolar kembali melemah terhadap beberapa mata uang dunia, termasuk rupiah pada hari ini," kata dia, Rabu (23/10/2013).
Di samping itu, sentimen lainnya adalah IHSG yang berhasil bertahan di zona hijau, meski saham di bursa kawasan Asia terkoreksi. Bank Indonesia (BI) yang mengadakan lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tenor 3 dan 6 bulan dengan target Rp3 triliun juga memberi dampak positif bagi gerak rupiah.
Sementara itu, IHSG sore ini ditutup melonjak 33,76 poin atau 0,75 persen ke level 4.546,5. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp7,08 triliun dan volume perdagangan 5,73 miliar lembar saham dengan transaksi bersih asing tercatat sebesar Rp965,2 miliar. Tercatat sebanyak 180 saham mengalami kenaikan, 90 saham melemah dan 102 saham stagnan.
(rna)