Uni Eropa-China akan bicarakan masalah perdagangan

Rabu, 23 Oktober 2013 - 17:40 WIB
Uni Eropa-China akan...
Uni Eropa-China akan bicarakan masalah perdagangan
A A A
Sindonews.com - Komisi Eropa akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi keempat dalam Dialog Ekonomi dan Perdagangan (HED) dengan China pekan ini.

Pembicaraan akan berlangsung di Brussels, Belgia, Kamis (24/10/2013) waktu setempat, mencakup isu-isu perdagangan dan investasi, kerja sama bea cukai, tantangan yang dihadapi perekonomian internasional, serta sumber-sumber pertunbuhan masa depan.

Dilansir dari Low Tax, Rabu (23/10/2013), pertemuan HED akan dipimpin Wakil Presiden Komisi Eropa Oli Rehn, Komisioner Perdagangan Karel De Gucht, dan Wakil Perdana Menteri China Ma Kai.

De Gucht mengatakan, hubungan perdagangan berada di jantung bilateral. Dimana kedua belah pihak saling ketergantungan di tengah ketegangan ekonomi meningkat.

"Pertemuan ini akan menjadi kesempatan penting untuk membahas bagaimana bekerja lebih baik bersama-sama untuk mengidentifikasi dan potensi gesekan yang berdampak pada hubungan ekonomi dan perdagangan," terangnya.

Peserta juga mempersiapkan untuk KTT Uni Eropa (UE ) dan China, di mana kedua belah pihak berharap dapat memulai negosiasi untuk perjanjian investasi.

Pekan lalu, Menteri Perdagangan Uni Eropa, menyatakan harapan mereka kesepakatan akan meningkatkan akses Uni Eropa ke pasar China dan memberikan perlindungan investasi yang lebih besar. Mereka ingin melihat negosiasi selesai tidak kurang dari dua setengah tahun sejak pembicaraan dimulai.

Tercatat, perusahaan Uni Eropa menginvestasikan 9,9 miliar euro di China pada 2012, dengan investasi China ke Uni Eropa sebesar 3,5 miliar euro. China hanya menyumbang 2,1 persen dari keseluruhan FDI Uni Eropa. Sebaliknya Uni Eropa menginvestasikan 30 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Salip AS Soal...
China Salip AS Soal Urusan Dagang dengan Uni Eropa
AS dan UE Ketar-ketir...
AS dan UE Ketar-ketir Hadapi Model Ekonomi Alternatif China
China Penyelamat Ekonomi...
China Penyelamat Ekonomi Rusia, Perdagangan Capai Rp2,1 Kuadriliun
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Jalin Hubungan dengan...
Jalin Hubungan dengan Rusia, Perusahaan China Akan Masuk Daftar Hitam Uni Eropa
Data S&P Global Ungkap...
Data S&P Global Ungkap Ekonomi Zona Euro Berisiko Dihantam Resesi Ekonomi
Berita Terkini
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
12 menit yang lalu
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
3 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
4 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
4 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
5 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved