AS dan UE Ketar-ketir Hadapi Model Ekonomi Alternatif China
Jum'at, 05 April 2024 - 14:27 WIB
loading...
Kebijakan non-pasar Beijing disebut akan menyebabkan kerusakan ekonomi dan politik yang parah bagi AS dan Uni Eropa. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (AS) Katherine Tai mengatakan bahwa perekonomian AS dan Eropa yang berbasis pasar terancam oleh model ekonomi alternatif China yang dinilai sangat efektif.
Katherine Tai mengatakan pada sebuah pengarahan di Brussels pada Kamis (4/4) lalu bahwa kebijakan non-pasar Beijing akan menyebabkan kerusakan ekonomi dan politik yang parah bagi AS dan Uni Eropa (UE), kecuali jika kebijakan itu bisa ditangani melalui "tindakan penanggulangan" yang tepat. Pernyataan itu disampaikannya saat Dewan Perdagangan dan Teknologi UE-AS (TTC) dimulai di Leuven, Belgia.
"Saya pikir apa yang kami lihat dari tantangan yang kami hadapi dari China adalah kemampuan perusahaan kami untuk mampu bertahan dalam persaingan dengan sistem ekonomi yang sangat efektif," kata Tai seperti dilansir Russia Today, Jumat (5/4/2024).
Baca Juga: Mengungkap Misi Ambisius Ekonomi China, Tahun Ini Target Tumbuh 5%
Pejabat perdagangan tersebut menggambarkan China sebagai sebuah sistem yang telah mereka nyatakan sebagai sistem yang tidak berbasis pasar, namun secara fundamental dikembangkan secara berbeda, sehingga sistem berbasis pasar seperti yang dimiliki Barat akan kesulitan untuk dapat bersaing dan bertahan.
Tai berpendapat bahwa kecuali AS dan UE menemukan cara untuk mempertahankan cara kerja perekonomian mereka, maka kedua pasar itu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. "Dan hal ini akan berdampak signifikan terhadap dampak ekonomi dan politik pada sistem kita," cetusnya.
Kepala Perdagangan AS itu menyerukan kebijakan defensif seperti tarif, serta langkah-langkah yang lebih bersifat pelanggaran, termasuk langkah-langkah insentif untuk mengoreksi dinamika pasar yang tidak menguntungkan negara tersebut. Dia menunjuk pada tingginya produksi baja, aluminium, panel surya, dan kendaraan listrik di China sebagai penyebab kekhawatiran khusus.
Katherine Tai mengatakan pada sebuah pengarahan di Brussels pada Kamis (4/4) lalu bahwa kebijakan non-pasar Beijing akan menyebabkan kerusakan ekonomi dan politik yang parah bagi AS dan Uni Eropa (UE), kecuali jika kebijakan itu bisa ditangani melalui "tindakan penanggulangan" yang tepat. Pernyataan itu disampaikannya saat Dewan Perdagangan dan Teknologi UE-AS (TTC) dimulai di Leuven, Belgia.
"Saya pikir apa yang kami lihat dari tantangan yang kami hadapi dari China adalah kemampuan perusahaan kami untuk mampu bertahan dalam persaingan dengan sistem ekonomi yang sangat efektif," kata Tai seperti dilansir Russia Today, Jumat (5/4/2024).
Baca Juga: Mengungkap Misi Ambisius Ekonomi China, Tahun Ini Target Tumbuh 5%
Pejabat perdagangan tersebut menggambarkan China sebagai sebuah sistem yang telah mereka nyatakan sebagai sistem yang tidak berbasis pasar, namun secara fundamental dikembangkan secara berbeda, sehingga sistem berbasis pasar seperti yang dimiliki Barat akan kesulitan untuk dapat bersaing dan bertahan.
Tai berpendapat bahwa kecuali AS dan UE menemukan cara untuk mempertahankan cara kerja perekonomian mereka, maka kedua pasar itu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. "Dan hal ini akan berdampak signifikan terhadap dampak ekonomi dan politik pada sistem kita," cetusnya.
Kepala Perdagangan AS itu menyerukan kebijakan defensif seperti tarif, serta langkah-langkah yang lebih bersifat pelanggaran, termasuk langkah-langkah insentif untuk mengoreksi dinamika pasar yang tidak menguntungkan negara tersebut. Dia menunjuk pada tingginya produksi baja, aluminium, panel surya, dan kendaraan listrik di China sebagai penyebab kekhawatiran khusus.
Lihat Juga :