Reli rekor indeks S&P terhenti karena saham Caterpillar

Kamis, 24 Oktober 2013 - 08:56 WIB
Reli rekor indeks S&P...
Reli rekor indeks S&P terhenti karena saham Caterpillar
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat terkoreksi dipicu anjloknya saham unggulan Caterpillar dan perusahaan semikonduktor menyusul menurunnya laba perusahaan. Koreksi ini mengakhiri rekor beruntun yang dicapai indeks S&P 500.

Hasil kinerja kuartalan dua komponen Dow Jones, yakni Caterpillar Inc (CAT.N) dan Boeing Co (BA.N) membuat khawatir sejumlah investor. Saham Caterpillar menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar di indeks S&P.

Saham Caterpillar anjlok 6,2 persen menjadi USD83,62 setelah produsen peralatan berat ini memangkas prospek tahunan untuk kali ketiga seiring capaian laba yang meleset dari harapan. Penurunan ini terkoreksi paling dalam sejak September 2011.

"Tidak ada banyak ruang untuk memebuat kesalahan seperti pertumbuhan laba yang lambat, terutama untuk perusahaan yang berfokus global, seperti Caterpillar. Pasar sedang terfokus pada laba emiten setelah fokus pada hal lain," kata Deputy Chief Investment Officer Wells Fargo Private Bank Erik Davidson seperti dilansir Reuters, Kamis (24/10/2013).

Sebaliknya, Boeing naik 5,3 persen menjadi USD129,02 setelah pembuat pesawat melaporkan kenaikan laba meningkat di atas perkiraan.

Sementara sektor semikonduktor (SOX) turun 3,4 persen setelah saham Broadcom (BRCM.O), Altera (ALTR.O) dan RF Micro Devices (RFMD.O) bergabung Intel (INTC.O) dan Texas Instruments (TXN.O) menurun.

Saham Broadcom turun 2,9 persen menjadi USD26,36, Altera terkoreksi 13,5 persen menjadi USD32,30 dan RF Micro kehilangan 8,6 persen menjadi USD5,63 .

Semalam, indeks Dow Jones turun 54,40 poin atau 0,35 persen menjadi 15.413,26; indeks S&P 500 turun 8,31 poin atau 0,47 persen menjadi 1.746,36 dan Nasdaq turun 22,49 poin atau 0,57 persen menjadi 3,907.07.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
52 menit yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
1 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
2 jam yang lalu
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
11 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
11 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
12 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved