BUMN harus berani beli kilang BBM di luar negeri
Jum'at, 25 Oktober 2013 - 13:47 WIB
BUMN harus berani beli kilang BBM di luar negeri
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto menilai, upaya BUMN melakukan investasi di beberapa negara lain merupakan langkah besar dan berani.
BUMN Indonesia sudah merintis investasi pabrik semen di beberapa negara ASEAN. Demikian juga investasi dalam penggemukan sapi di Australia. Pada kasus tertentu ekspansi investor Indonesia ini menimbulkan kecemasan di negara tertentu.
"Kita harapkan BUMN dan investor swasta Indonesia berani membeli kilang BBM di negara lain, melakukan akuisisi bank luar negeri, investasi di jaringan usaha retail dan sebagainya," kata Suryo dalam rilisnya, Jumat (25/10/2013).
Menurutnya, langkah semacam itu bukan merupakan capital flight karena mempunyai nilai strategis baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk melayani pemasaran produk dalam negeri.
Dia menuturkan, dengan melakukan land grabbing negara-negara yang kekurangan lahan subur untuk pertanian sudah banyak contoh suatu negara yang bertani di negara lain guna memenuhi pangan di negaranya.
Contohnya, kata Suryo, Korea dan Arab Saudi sudah bertani di beberapa negara Afrika untuk memenuhi pangan negaranya. "Ada juga negara yang menanam ubi kayu di Indonesia untuk produksi etanol untuk memenuhi kebutuhan BBM di negaranya. Mengapa kita tidak menanam kedelai di negeri orang dengan membawa petani kita ke sana?" tuturnya.
Dalam era terbuka ini, seharusnya kepentingan nasional perlu dibela dan membuat nasionalisme menjadi semakin kuat. "Indonesia memerlukan nasionalisme yang kuat untuk menggunakan produk dalam negerinya. Kita juga perlu terus mengembangkan pemikiran yang global oriented dengan act locally secara efektif dan efisien," kata dia.
BUMN Indonesia sudah merintis investasi pabrik semen di beberapa negara ASEAN. Demikian juga investasi dalam penggemukan sapi di Australia. Pada kasus tertentu ekspansi investor Indonesia ini menimbulkan kecemasan di negara tertentu.
"Kita harapkan BUMN dan investor swasta Indonesia berani membeli kilang BBM di negara lain, melakukan akuisisi bank luar negeri, investasi di jaringan usaha retail dan sebagainya," kata Suryo dalam rilisnya, Jumat (25/10/2013).
Menurutnya, langkah semacam itu bukan merupakan capital flight karena mempunyai nilai strategis baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk melayani pemasaran produk dalam negeri.
Dia menuturkan, dengan melakukan land grabbing negara-negara yang kekurangan lahan subur untuk pertanian sudah banyak contoh suatu negara yang bertani di negara lain guna memenuhi pangan di negaranya.
Contohnya, kata Suryo, Korea dan Arab Saudi sudah bertani di beberapa negara Afrika untuk memenuhi pangan negaranya. "Ada juga negara yang menanam ubi kayu di Indonesia untuk produksi etanol untuk memenuhi kebutuhan BBM di negaranya. Mengapa kita tidak menanam kedelai di negeri orang dengan membawa petani kita ke sana?" tuturnya.
Dalam era terbuka ini, seharusnya kepentingan nasional perlu dibela dan membuat nasionalisme menjadi semakin kuat. "Indonesia memerlukan nasionalisme yang kuat untuk menggunakan produk dalam negerinya. Kita juga perlu terus mengembangkan pemikiran yang global oriented dengan act locally secara efektif dan efisien," kata dia.
(izz)
Lihat Juga :