Pengusaha RI diminta tak minder di kancah dunia
Jum'at, 25 Oktober 2013 - 13:59 WIB
Pengusaha RI diminta tak minder di kancah dunia
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Chris Kanter mengajak para pelaku usaha nasional untuk tidak merasa minder berkiprah di kancah dunia.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu di atas 5 persen dan di atas pertumbuhan rata-rata ekonomi di dunia. Indonesia merupakan pasar terbesar ke empat di dunia. Bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga tempat berproduksi," katanya, (25/10/2013).
Meski Indonesia membutuhkan aliran dana internasional untuk memperkuat neraca pembayaran dan mengakselarasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perekonomian dunia yang masih mengalami pergolakan aliran dana investasi yang bergerak dinamis, namun Kadin juga mendorong investor dalam negeri untuk berkiprah dalam pengembangan industri ke depan.
"Kita harapkan investor daerah dapat mengembangkan potensi ekonomi daerah. Tidak menutup kemungkinan pelaku daerah bisa masuk ke lingkup regional," kata Chris.
Sementara terkait banyaknya tantangan ekonomi dengan adanya Free Trade Agreement (FTA), Chris mengatakan, pelaku usaha bersama dengan pemerintah harus jeli melihat hal-hal mana yang harus diprotect. Namun, juga tidak menutup diri untuk sektor-sektor usaha yang membutuhkan investasi asing.
"Harus pintar memilih yang sifatnya komplementer dan menjaga sektor-sektor sensitif," kata dia.
Meski tahun depan menghadapi dinamika politik, dia memerkirakan prospek investasi asing tidak akan berubah signifikan.
"Kita akan cukup baik meski sementara pandangannya bisa berpengaruh karena ada perubahan pemerintahan. Tetapi hitungan pengusaha bisa lebih daripada tahun ini," pungkas Chris.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu di atas 5 persen dan di atas pertumbuhan rata-rata ekonomi di dunia. Indonesia merupakan pasar terbesar ke empat di dunia. Bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga tempat berproduksi," katanya, (25/10/2013).
Meski Indonesia membutuhkan aliran dana internasional untuk memperkuat neraca pembayaran dan mengakselarasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perekonomian dunia yang masih mengalami pergolakan aliran dana investasi yang bergerak dinamis, namun Kadin juga mendorong investor dalam negeri untuk berkiprah dalam pengembangan industri ke depan.
"Kita harapkan investor daerah dapat mengembangkan potensi ekonomi daerah. Tidak menutup kemungkinan pelaku daerah bisa masuk ke lingkup regional," kata Chris.
Sementara terkait banyaknya tantangan ekonomi dengan adanya Free Trade Agreement (FTA), Chris mengatakan, pelaku usaha bersama dengan pemerintah harus jeli melihat hal-hal mana yang harus diprotect. Namun, juga tidak menutup diri untuk sektor-sektor usaha yang membutuhkan investasi asing.
"Harus pintar memilih yang sifatnya komplementer dan menjaga sektor-sektor sensitif," kata dia.
Meski tahun depan menghadapi dinamika politik, dia memerkirakan prospek investasi asing tidak akan berubah signifikan.
"Kita akan cukup baik meski sementara pandangannya bisa berpengaruh karena ada perubahan pemerintahan. Tetapi hitungan pengusaha bisa lebih daripada tahun ini," pungkas Chris.
(izz)
Lihat Juga :