Indonesia-Finlandia lanjutkan kerja sama energi

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 15:46 WIB
Indonesia-Finlandia...
Indonesia-Finlandia lanjutkan kerja sama energi
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia dengan Finlandia akan melanjutkan kerja sama di sektor energi. Hal itu diketahui saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menerima kunjungan Menteri Ekonomi Finlandia Jan Vapaauvuori di Kementerian ESDM, Jakarta hari ini.

Pertemuan itu berlangsung cukup singkat mulai pukul 10.00-11.00 WIB. Jero Wacik mengatakan, ada 20 pengusaha Finlandia yang ikut berkunjung bersama Vapaauvuori. Pertemuan itu membahas kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan di sektor biomassa.

"Tujuan dari pertemuan ini adalah agar sektor pembangkit biomassa bisa ditumbuhkan karena mereka punya 80 persen biomassa," kata Jero di Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Menurut Jero, Indonesia cukup tertarik dengan pengembangan biomassa yang dikembangkan Finlandia lantaran banyaknya sampah di Indonesia menjadi persoalan tersendiri yang menarik untuk diselesaikan.

"Sampah bisa diolah menjadi energi listrik. Inilah perlunya kerja sama antar negara-negara. Mereka punya kelebihan tersendiri, Indonesia juga punya kelebihannya sendiri," tutur Jero.

Kerja sama Indonesia-Finlandia di sektor energi sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Finlandia memberi bantuan teknis selama empat tahun dan akan diperpanjang hingga 2017.

Selain memanfaatkan biomassa, Finlandia juga memiliki kelebihan pengelolaan energi di bidang tenaga hidro atau air. Pemerintah Indonesia, membuka peluang kerja sama mengembangkan tenaga hidro.

"Kemungkinan kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia. Kami sudah berjalan selama satu dekade" kata Vapaavuori.

Bahkan, lanjutnya, Finlandia telah disambut dengan ramah di Indonesia. Itu merupakan nilai tersendiri bagi mereka. Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan Finlandia dalam pengembangan energi baru terbarukan, sehingga peluang kerja sama terbuka lebar.

" Indonesia punya banyak sumber daya alam. Sedangkan Finlandia terbatas," kata dia.

Kendati demikian, dalam pengembangan biomassa kedua negara mempunyai kesamaan. Menurut dia, Finlandia menjadi negara nomer satu sebagai pengembang biomassa.

Sedangkan Jero menambahkan, Indonesia sudah menerima bantuan teknis dari Finlandia sejak 2011. Adapu masa pemberian bantuan tersebut habis pada 2014 kemudian bantuan teknis akan dilanjutkan pada 2014.

" Kami akan bersama membuat aturan kerjasama tersebut sedangkan potensi di tanah air digarap oleh pengusaha melalui mekanisme business to business," pungkas Jero.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Manfaatkan Energi Matahari,...
Manfaatkan Energi Matahari, Pulau Medang Dialiri Jaringan Listrik
Tingkatkan Wawasan Energi...
Tingkatkan Wawasan Energi Terbarukan, FBCC Digelar
Gerakan Energi Terbarukan...
Gerakan Energi Terbarukan di Jateng Harus Jadi Percontohan Nasional
2 Fasiltas Listrik Otomatis...
2 Fasiltas Listrik Otomatis Schneider Indonesia Dikunjungi Gwenaelle
Ganjar Dorong Perkantoran...
Ganjar Dorong Perkantoran di Jateng Gunakan Energi Alternatif
SBI Manfaatkan RDF Jadi...
SBI Manfaatkan RDF Jadi Energi Alternatif Pengganti Batu Bara
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved