Angkasa Pura diminta lindungi pedagang UKM Bali

Sabtu, 26 Oktober 2013 - 17:47 WIB
Angkasa Pura diminta...
Angkasa Pura diminta lindungi pedagang UKM Bali
A A A
Sindonews.com - Dalam penataan dan relokasi pedagang PT Angksa Pura I diminta lebih melindungi keberadaan usaha kecil menengah (UKM) yang menggantungkan nasibnya di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Kemelut antara para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Bandara (P2B) dengan pihak PT Angkasa Pura I Ngurah Rai hingga kini, belum menemukan titik terang meskipun beberapa pertemuan mediasi dilakukan.

Masalah tersebut sampai ke Komnas HAM yang secara khusus turun ke Bali melakukan pertemuan dengan para pedagang UKM dan pihak lainnya.

"Kami masih melakukan pendalaman, karena ada laporan terkait nasib pedagang lokal, yang merasa tergusur dalam proses relokasi di bandara," ujar Ketua Sub Komisi Mediasi Komnas HAM, Nurkholis usai pertemuan di Kuta, Sabtu (26/10/2013).

Dalam pendalaman itu, pihaknya mengkonfirmasi kronologis dan juga tuntutan pedagang hingga solusi yang ditawarkan.

Diakuinya, dari beberapa pertemuan dilakukan sampai saat ini belum tuntas. Hal inilah yang menjadi tanda tanya kenapa pertemuan melibatan pihak terkait tak kunjung membuahkan hasil.

"Kami akan dorong langkah ke arah sana, Kami segera panggil pihak yang punya otorisasi di Angkasa Pura dan cabangnya di Bali untuk dikonfrmasi seputar pertemuan hari ini," tegas Nurkholis.

Ditekankan dalam masalah ini, Angkasa Pura mestinya juga bisa menempatkan perspektif mereka untuk memberi perlindungan terhadap pekerja lokal UKM di Bali.

Diharapkan, Angkasa Pura sudah menyiapkan skenario penyelesaiaan tertentu. Jika tetap belum bisa menyelesaikannya, kedua belah pihak akan dipertemukan dimediasi Komnas HAM.

Dalam waktu 10 hari ke depan, Komnas HAM berjanji memanggil Angkasa Pura pusat dan AP I Ngurah Rai untuk menjelaskan masalahnya dan mengambil sebuah keputusan.

Mereka yang sudah lama berjualan di sana, kata Nurkholis, tidak salah jika dikasih ruang yang sama atau setidaknya sedikit ada kelonggaran.

"Kalau kita mau head to head pengusaha lokal dengan pengusaha yang memiliki kapital besar, saya tidak yakin mereka akan mampu bertahan. Di sinilah fungsi negara untuk memformulasikan membuat keputusan yang dapat memberikan rasa keadilan, keadilan itu harus diwujudkan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkop Teten Masduki...
Menkop Teten Masduki Dorong Kualitas Kerajinan Kulit Khas Garut agar Sejajar dengan Brand Italia
Rumah Produksi UKM Binjai,...
Rumah Produksi UKM Binjai, Lahirkan Lukisan Sabut Kelapa
Siapkan Regulasi Pasar...
Siapkan Regulasi Pasar Digital, Menkop UKM: Untuk Lindungi Produk Dalam Negeri dan UKM
Showcase Produk Lokal...
Showcase Produk Lokal Dorong Semangat Inovasi Pelaku UKM
Dapat Izin dari OJK,...
Dapat Izin dari OJK, Danamart Dukung Kemudahan Permodalan Bagi UKM
Menteri Koperasi UKM:...
Menteri Koperasi UKM: Pembiayaan UKM Harus Ramah dan Mendidik
Berita Terkini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
11 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
32 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
55 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved