Kemenperin harus buat LCGC yang ramah lingkungan

Senin, 28 Oktober 2013 - 14:10 WIB
Kemenperin harus buat...
Kemenperin harus buat LCGC yang ramah lingkungan
A A A
Sindonews.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku tetap akan menjalankan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai pemberian insentif pajak bagi Low Cost Green Car (LCGC) walaupun sempat menuai kritikan.

Kendati demikian, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Bambang Brodjonegoro meminta agar Kementerian Perindustrian selaku stakeholder kebijakan LCGC betul-betul mengarahkan mobil murah ramah lingkungan ini ke arah yang tepat.

"Yang kita inginkan Kemenperin arahkan fasilitas (insentif) ini untuk mewujudkan mobil murah ramah lingkungan dan tidak memberatkan anggaran. Dalam hal ini subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membengkak," terangnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Karena itu, Bambang meminta agar Kemenperin mempertimbangkan secara teknis regulasi yang membuat LCGC menjadi ramah lingkungan dan tidak menyedot BBM bersubsidi.

"Teknisnya Kemenperin yang lebih tahu, karena itu (LCGC) secara teknologi harusnya memungkinkan," pungkas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rencana Hadirkan Mobil...
Rencana Hadirkan Mobil Nasional Indonesia Perlu Dilakukan Bertahap, Pengamat: Jangan Langsung ke EV
Perusahaan Mobil China...
Perusahaan Mobil China Bantu Polandia Bikin Mobil Nasional
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam Bertingkah Lagi
Rapor Wuling Air ev...
Rapor Wuling Air ev Selama 3 Tahun Beredar di Indonesia
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam Akan Jual Dua Mobil Listrik ke Amerika Serikat
Prabowo Larang Mobil...
Prabowo Larang Mobil Impor, BAIC Siap Gandeng Pindad Produksi Mobil Nasional
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved