Apindo: Wajar buruh minta kenaikan upah

Selasa, 29 Oktober 2013 - 12:19 WIB
Apindo: Wajar buruh...
Apindo: Wajar buruh minta kenaikan upah
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengaku tidak terlalu merisaukan atas tuntutan kenaikan upah minimum provinsi (IMP) hingga 50 persen.

"Minta kenaikan upah adalah hal yang wajar, kami juga yakin tidak semua buruh menuntut seperti itu," kata Sofjan, di kantor DPN Apindo, kuningan, Jakarta(29/10/2013).

Hal tersebut berbanding terbalik dengan gerakan buruh dengan melakukan aksi demonstrasi. Tekanan buruh dengan unjuk rasa menunjukan bahwa kenaikan UMP adalah hal serius.

Gerakan buruh yang diusung Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), juga menyerukan akan melakukan mogok kerja mulai 31 Oktober sampai 1 November, agar tuntutannya dipenuhi.

Dia mengakui, bahwa gerakan buruh ini sulit dibendung. Setiap demo, ribuan buruh bisa turun ke jalan. Aksi buruh bahkan semakin kencang dipicu terbitnya Inpres No 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum dalam Rangka Keberlangsungan Usaha dan Peningkatan Kesejahteraan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, dan Transmigrasi No 7/2013 Tentang Upah Minimum.

Inpres dan Permenakertrans ini menyatakan, penetapan upah minimum berdasarkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, guna mendukung kelangsungan usaha dan perkembangan industri.

Seperti diketahui, Untuk mendukung Inpres ini kemudian di wujudkan dalam Permenakertrans No 7/2013, menegaskan pembedaan antara upah minimum buruh untuk industri padat karya dan industri lainnya. Industri padat karya diizinkan untuk tidak memenuhi upah minimum yang ditetapkan.

Selain itu, Permenakertrans juga menetapkan besaran kenaikan upah sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KHL), atau lebih ditetapkan secara bipartit antara pemberi kerja dan pekerja dalam perusahaan masing-masing.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved