Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.103/USD
Selasa, 29 Oktober 2013 - 16:20 WIB
Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.103/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini ditutup terdepresiasi seiring tergelincirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari kedua pekan ini.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.103/USD atau terdepresiasi 48 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp11.055/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp11.080/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp11.054/USD dan terlemah di Rp11.104/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.108/USD, dengan kisaran harian rp11.090-11.103/USD. Posisi ini melemah 40 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.068/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.076/USD atau terdepresiasi 58 poin dibanding Senin (28/10/2013) di level Rp11.018/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.116/USD atau melemah 45 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.071/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju IHSG yang negatif menekan gerak rupiah hari ini. Sementara perhatian pelaku pasar saat ini fokus pada hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada 31 Oktober mendatang.
"Dolar terkonsolidasi menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, termasuk rupiah menjelang FOMC meeting," kata dia.
Sementara IHSG sore ini ditutup anjlok 27,77 poin atau 0,6 persen ke level 4.562,77 ditekan aksi ambil untung. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,34 triliun dengan 4,05 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp246,93 miliar. Tercatat sebanyak 94 saham naik, 169 saham melemah dan 103 saham stagnan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.103/USD atau terdepresiasi 48 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp11.055/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp11.080/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp11.054/USD dan terlemah di Rp11.104/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.108/USD, dengan kisaran harian rp11.090-11.103/USD. Posisi ini melemah 40 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.068/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.076/USD atau terdepresiasi 58 poin dibanding Senin (28/10/2013) di level Rp11.018/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.116/USD atau melemah 45 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.071/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju IHSG yang negatif menekan gerak rupiah hari ini. Sementara perhatian pelaku pasar saat ini fokus pada hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada 31 Oktober mendatang.
"Dolar terkonsolidasi menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, termasuk rupiah menjelang FOMC meeting," kata dia.
Sementara IHSG sore ini ditutup anjlok 27,77 poin atau 0,6 persen ke level 4.562,77 ditekan aksi ambil untung. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,34 triliun dengan 4,05 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp246,93 miliar. Tercatat sebanyak 94 saham naik, 169 saham melemah dan 103 saham stagnan.
(rna)