Dewan Pengupahan Sleman rahasiakan besaran UMK

Sabtu, 02 November 2013 - 18:12 WIB
Dewan Pengupahan Sleman...
Dewan Pengupahan Sleman rahasiakan besaran UMK
A A A
Sindonews.com - Dewan pengupahan Sleman masih merahasiakan soal usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sleman pada 2014. Alasannya telah terjadi kesepakatan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah, untuk tidak mengumumkan besaran UMK terlebih dahulu karena yang akan dipakai adalah keputusan Gubernur DI Yogyakarta.

“Karena itulah kami komitmen, untuk usulan UMK 2014 tidak akan menyebutkan angkanya,” ungkap Sekretaris Dewan Pengupahan Sleman, Sutiasih, Sabtu (2/11/2013).

Dia menjelaskan, untuk pembahasan UMK sendiri, sudah selesai pada Selasa (29/10/2013) lalu, dan hasilnya sudah berada di meja bupati. Usulan tersebut sekarang sedang diproses di sekretariat daerah (Setda) Pemkab Sleman sebelum diajukan ke Pemda DI Yogyakarta.

Masalah UMK sendiri, sesusi dengan Permendagri No 7/2013 tentang Upah Minimum pengumuman dilakukan selambat-lambatnya pada 21 November. Untuk kepentingan tersebut, pemda DIY meminta kepada semua daerah usulan UMK paling lambat sudah sampai di pemda DIY, Senin (4/11/2013).

“Yang jelas untuk permasalahan UMK pembahasan sudah selesai dan sekarang dalam proses pembahasan di Setda Sleman,” paparnya

Didesak untuk besarannya apakah melebihi UMK 2013? Sutiasih hanya menjawab untuk angkanya lebih besar dari UMK tahun ini. Dimana UMK Sleman pada 2013 sebesar Rp1,026 juta.

“Secara resmi memang belum ada di pemda DIY. Untuk besarannya sudah kami beritahukan, yaitu lebih besar dari UMK 2013,” ucap Kabid Tenaga Kerja Disnakersos Sleman ini.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
11 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
20 menit yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
32 menit yang lalu
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
58 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
1 jam yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved