Apindo: UMK Surabaya akan timbulkan PHK besar-besaran
Senin, 04 November 2013 - 16:05 WIB
Apindo: UMK Surabaya akan timbulkan PHK besar-besaran
A
A
A
Sindonews.com - Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di dewan pengupahan Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jonathan Sutrisno mengungkapkan, bahwa Apindo tidak mau menandatangani kesepakatan UMK yang ditetapkan Pemkot.
Pihaknya menilai, keputusan UMK dilakukan sepihak oleh pemerintah. Pihak Apindo sebenarnya setuju dengan nilai KHL. Tapi ketika inflasi dan produksi ditambahkan secara terpisah malah jadi kacau.
"UMK sekarang ini cenderung dipaksakan. Bahkan, Kepala Disnaker memihak buruh, harusnya kan netral," kata dia di Surabaya, Senin (4/11/2013).
Atas besaran UMK Rp2,2 juta, lanjut dia, Apindo memprediksi akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran. Bahkan, PHK massal akan terjadi sebanyak 30 persen pada semester pertama.
"Ini sudah jelas di depan mata, pengusaha tak kuat dengan biaya yang harus ditanggung," ujarnya.
Selain itu, laju investasi di Surabaya juga akan merosot tajam. Pihak investor saat ini sedang bersiap-siap untuk menarik investasi dari Surabaya. keputusan itu imbas dari penetapan UMK yang dianggap tak masuk akal untuk iklim usaha di Surabaya.
"Pertumbuhan ekonomi juga akan lambat. Persaingan dengan China dan Singapura akan memberatkan pengusaha dari Surabaya. Kami jelas kalah kalau upahnya seperti sekarang," katanya.
Pihaknya menilai, keputusan UMK dilakukan sepihak oleh pemerintah. Pihak Apindo sebenarnya setuju dengan nilai KHL. Tapi ketika inflasi dan produksi ditambahkan secara terpisah malah jadi kacau.
"UMK sekarang ini cenderung dipaksakan. Bahkan, Kepala Disnaker memihak buruh, harusnya kan netral," kata dia di Surabaya, Senin (4/11/2013).
Atas besaran UMK Rp2,2 juta, lanjut dia, Apindo memprediksi akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran. Bahkan, PHK massal akan terjadi sebanyak 30 persen pada semester pertama.
"Ini sudah jelas di depan mata, pengusaha tak kuat dengan biaya yang harus ditanggung," ujarnya.
Selain itu, laju investasi di Surabaya juga akan merosot tajam. Pihak investor saat ini sedang bersiap-siap untuk menarik investasi dari Surabaya. keputusan itu imbas dari penetapan UMK yang dianggap tak masuk akal untuk iklim usaha di Surabaya.
"Pertumbuhan ekonomi juga akan lambat. Persaingan dengan China dan Singapura akan memberatkan pengusaha dari Surabaya. Kami jelas kalah kalau upahnya seperti sekarang," katanya.
(izz)
Lihat Juga :